Inilah Syarat Wajib Haji dan Umrah Sesuai Syariat Islam

Inilah Syarat Wajib Haji dan Umrah Sesuai Syariat Islam | Assalamualaikum wr.wb sahabatku diamanpun berada. Setelah pada artikel sebelumnya kita sudah membahas rukun haji, maka kali ini kita akan membahas topik yang berkaitan dengan haji yakni Syarat Wajib Haji dan umrah. Keduanya merupakan perkara yang harus di laksanakan dalam kegiatan tersebut. Namun keduanya memiliki perbedaan yang harus diperhatikan.

Pada rukun haji, apabila seseorang tidak melaksanakan nya, maka hajinya tidak sah atau batal dan harus mengulanginya. Sedangkan pada wajib haji, seseorang yang tidak melaksanakannya, maka ia bisa menggantinya dengan membayar dam atau sejenis denda.

syarat wajib haji

Baca Juga : Urutan Rukun Haji Yang Wajib Diketahui Sesuai Syariat Islam

Haji adalah perjalanan menuju Baitullah Makkah untuk melakukan serangkaian ibadah sesuai dengan rukun dan syarat sah haji. Secara sederhana, haji dapat dipahami dengan mengunjungi Baitullah atau Ka’bah di kota Makkah.

Haji tentu saja berbeda dengan umrah. Haji dilakukan pada musim haji atau pada bulan Dzulhijjah serta terdapat rukun wukuf di Arafah. Itulah secara sederhana yang membedakan haji dan umrah. Haji wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup dan dilakukan di musim haji saja, sedangkan umrah bisa dilakukan berkali-kali tanpa ada waktu-waktu khusus.

6 Syarat Wajib Haji dan Umrah Sesuai Syariat Islam

Dilansir dari para ulama menyebutkan syarat-syarat haji. Jika hal ini ada pada seseorang, maka diwajibkan baginya melaksanakan haji. Sebaliknya, tidak wajib haji jika syarat-syarat ini tidak ada. Syarat-syarat tersebut ada lima, yaitu; Islam, berakal, balig, merdeka dan mampu.

1. Beragama Islam

Syarat utama berhaji adalah beragama Islam. Pasalnya, hanya muslim yang boleh menginjakkan kaki di Tanah Haram. Haji pun merupakan tuntunan agama Islam saja, bukan menjadi rukun apalagi aturan agama lainnya. Hal ini masuk dalam semua ibadah. Karena ibadah tidak sah dari orang kafir. Berdasarkan firman Allah:

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ (سورة التوبة:)

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya.” (QS. At-Taubah: 54)

Dalam hadits Muaz, ketika Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengutusnya ke Yaman, (beliau bersabda):

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ فِي فُقَرَائِهِمْ (متفق عليه)

“Sesungguhnya anda akan mendatangi kaum Ahli Kitab. Maka ajaklah mereka untuk menyaksikan bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah. dan saya adalah utusan Allah. kalau mereka telah mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Kalau mereka telah mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka mengeluarkan zakat, diambil dari orang-orang kaya dan dibagikan kepada orang fakir diantara mereka.” (HR. Muttafaq alaih)

Orang kafir diperintahkan untuk masuk Islam terlebih dahulu. Jika dia telah masuk Islam, maka kita perintahkan untuk melakukan shalat, puasa, zakat, haji dan seluruh syariat Islam.

Baca Juga : Berikut 5 Syarat Wajib dan Sah Puasa Lengkap Dengan Penjelasannya

2. Sudah Baligh / Dewasa

Orang yang wajib berhaji adalah orang yang sudah baligh ditandai dengan mimpi basah bagi laki-laki dan menstruasi bagi perempuan. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاثَةٍ؛ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ ، وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

“Pena Diangkat (kewajiban digugurkan) dari tiga (golongan); Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh), dan orang gila hingga berakal (sembuh).” (HR. Abu Daud, no. 4403, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud)

Maka anak kecil tidak diwajibkan haji. Akan tetapi kalau walinya menghajikannya, maka hajinya sah dan pahala haji bagi anak kecil dan walinya juga. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ketika ada seorang wanita mengangkat anak kecilnya dan bertanya, “Apakah anak ini dapat melakukan haji? Beliau menjawab, “Ya, dan bagimu mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Jika ada keluarga yang membawa serta anak kecil yang belum baligh atau belum dewasa, maka hajinya tetap dianggap sah tetapi tidak memenuhi syarat wajib haji.

3. Berakal sehat / Tidak Gila

Orang-orang yang hilang ingatan, gila, atau tidak waras tidak diwajibkan untuk berhaji. Hanya orang-orang yang berakal sehat yang layak memenuhi syarat wajib haji.

4. Merdeka / Bukan Budak

Meskipun pada saat ini sudah tidak ada perbudakan, haji tetap tidak diwajibkan bagi budak atau hamba sahaya yang beragama Islam sekalipun.

Pada masa lalu, bangsa Arab masih memberlakukan perbudakan sehingga tidak diwajibkan bagi budak untuk beribadah haji.

5. Mampu Secara Fisik dan Finansial

Hukum Haji yakni wajib bagi yang mampu . Syarat haji yang paling mendapatkan perhatian serius bagi warga Indonesia adalah mampu secara fisik , finansial dan tidak memiliki hutang. Sementara orang-orang yang masih memiliki utang tidak diwajibkan menunaikan ibadah haji karena pada dasarnya belum merdeka dari belenggu utang atau dengan kata lain, gak memenuhi syarat wajib haji.

6. Punya Mahram Khusus bagi Pertempuan

Adakalanya orang yang berhaji bukan merupakan pasangan suami istri. Namun, syarat wajib haji ini ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi bahwa perempuan yang berhaji atau mengunjungi Tanah Haram wajib didampingi oleh mahramnya.

Mahram berasal dari keluarga inti, seperti adik, kakak, anak, atau orangtua kandung. Sementara jika sudah tidak ada mahram, bisa ditemani oleh yang berjenis kelamin sama, misalnya karena pertemanan.

Baca Juga : 13 rukun shalat

2 Syarat Sah Haji dan Umrah

Selain harus tahu syarat wajib haji, sahabat juga perlu tahu syarat sah haji sebelum melaksanakan ibadah haji dan umrah:

1. Tempat

Tentu saja tempat untuk malaksanakan ibadah haji adalah di kota Mekkah. Ditempat ini sahabat akan melakukan beberapa rangkaian ibadah yakni : Thawaf di Masjidil Haram memutari Ka’bah , Sa’i di antara bukit Shafa dan Marwa , Wukuf di Padang Arafah , Jamarat untuk melempar jumrah ,Muzdalifah dan Mina untuk mabit , dan Tahalul di Makkah. Demikian pula untuk ibadah umrah, sahabat harus melakukan rukun-rukun ibadahnya di tempat saat haji.

2. Waktu

Selain tempat, ibadah haji juga memiliki waktu khusus atau disebut miqat zamani yang tidak bisa dilakukan di sembarang waktu. Miqat Zamani untuk haji dimulai pada awal bulan Syawal dan berakhir pada 10 Dzulhijjah atau akhir bulan Dzulhijjah. Berbeda dengan haji, ibadah umrah bisa dilaksanakan sepanjang tahun. Namun, bulan Ramadan menjadi waktu yang paling afdhol untuk beribadah umrah.

Demikianlah Syarat Wajib Haji dan Umrah Sesuai Syariat Islam. Semoga artike ini bermanfaat untuk sahabat Satudoa ketika akan menjalankan ibadah Haji dan umrah ketanah suci yakni ke rumah Allah SWT.