Lafadz Surat An-Nasr Ayat 1-3 Tulisan Arab, Latin Beserta Artinya

Lafadz Surat An-Nasr Ayat 1-3 Tulisan Arab, Latin Beserta Artinya | Assalamualaikum wr.wb para sahabat Satudoa.com. Pada artikel kali ini admin akan membagikan bacaan atau lafadz dari Al-Qur’an surat An-Nasr yang terdiri dari ayat 1-3. Dan untuk memudahkan para sahabat dalam menghafal bacaannya, admin juga sudah menyiapkan lafadz dalam tulisan arab dan latin.

Tidak hanya bisa menghafal surat An-Nasr, kita juga harus mampu memahami isi kandungannya agar ilmu yang di dapat bisa di amalkan. Nah untuk itu, Arti dari surat An-Nasr ini akan admin tuliskan untuk para sahabat .

Surat An-Nasr

Al-Qur’an Surat An-Nasr

Surat An Nasr (bahasa Arab:النصر) adalah surah ke-110 dalam al-Qur’an. Surat An-Nasr diturunkan di kota Mekkah . Surah ini terdiri atas 3 ayat dan termasuk surah Madaniyah. An Nasr berarti “Pertolongan”, nama surah ini berkaitan dengan topik surah ini yakni janji bahwa pertolongan Allah akan datang dan Islam akan memperoleh kemenangan.  Surat ini di turunkan di kota Mekkah ketika perang Fathu Makkah. ( sumber:wikipedia)

Surat An-Nasr dinamakan juga Surat Idza jaa’a nashrullaahi wal fath, sebagaimana bunyi awal surat ini. Juga dinamakan surat At Taudi’ (perpisahan) karena terdapat isyarat dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa surat ini diturunkan pada pertengahan hari-hari tasyrik.”Maka aku mengetahui bahwa hal ini merupakan al wada’ (perpisahan),” kata Ibnu Umar. Namun dalam Tafsir Fi Zilalil Quran, Sayyid Qutb menguatkan pendapat bahwa surat ini diturunkan sebelum Fathu Makkah.

Baca Juga : Surat Al Fatihah Beserta Artinya

Lafadz Surat An-Nasr Ayat 1-3 Tulisan Arab , Latin Beserta Artinya

Berikut ini adalah lafadz arab , latin dan terjemahaan surat An Nasr ayat 1-3

"Lafadz

Surat An-Nasr

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ

” iża ja`a naṣrullahi wal-fat-ḥ “

Arti : ” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, “

وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ

” wa ra`aitan-nasa yadkhulụna fī dīnillahi afwaja “

” dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, “

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا

” fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kana tawwaba “

” maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.”

Isi Kandungan Surat An-Nasr

Berikut ini isi kandungan surat An Nasr yang kami sarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.

1. Sebagai Kabar Gembira

Surat An-Nasr berisi kabar gembira bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan kemenangan kepada Rasulullah, secara khusus dengan pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah).

2. Sebagai Kabar Gembira 2

Surat An-Nasr berisi kabar gembira bahwa manusia akan berbondong-bondong masuk agama Islam. Dan ini terbukti setelah Fathu Makkah, penduduk Makkah dan penduduk Arab berbondong-bondong memeluk Islam.

3. Mukjizat Kebenaran Al-Qur’an

Surat ini merupakan salah satu mukjizat dan bukti kebenaran Al Quran karena apa yang dinyatakan Al Quran benar-benar terjadi. Yakni terjadinya Fathu Makkah dan manusia berbondong-bondong masuk Islam.

4. Sebagai Arahan Penisbat Kemenangan

Surat An-Nasr memberikan arahan untuk menisbatkan kemenangan kepada Allah. Bahwa kemenangan adalah pertolongan dari Allah dan harus diikuti dengan memperbanyak tasbih, tahmid dan istighfar.

5. Sebagai Arahan Untuk Bersyukur dan Tidak Sombong

Surat An-Nasr memberikan arahan untuk tidak sombong dan berbangga diri dengan kemenangan. Justru harus memperbanyak syukur dan memohon ampun jika selama perjuangan ada kesalahan dan jika saat kemenangan tiba muncul perasaan yang tidak tepat dalam jiwa.

6. Sebagai Penunjuk Dekatnya Ajal

Surat ini menunjukkan dekatnya ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana beliau kabarkan kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha. Juga sebagaimana yang dipahami oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan sahabat ahli tafsir lainnya.

Baca Juga : Surat Al Adiyat Ayat 1-11

Ringkasan Peristiwa Turunnya Surat An Nasr

Turunnya Surat An-Nasr ini berkaitan dengan peristiwa Fathu Mekkah atau Pembebasan Mekkah di mana umat islam bisa menguasai Mekkah sepenuhnya dengan menghindari pertumpahan darah.

Peristiwa ini adalah pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT kepada umat muslim maka hendaknya memuji kebesaran Allah SWT dan memohon ampunan pada-Nya.

Pada peristiwa Fathu Mekkah ini banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya kafir kemudian berbondong-bondong memeluk agama islam. Surat An-Nasr sendiri adalah surah yang menempati urutan ke 110 dalam kitab suci Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah pendek karena hanya mencakup 3 ayat saja.

Keutamaan Surat An Nasr

Selain itu, Surat An-Nasr ini merupakan surat yang terakhir turun secara utuh, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Syaih Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah berkata, “Sebagian besar ulama berpendapat bahwa surah dalam Alquran yang terakhir turun secara utuh adalah surah An-Nashr.

Hal ini sebagaimana hadits riwayat Muslim dari jalur ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Utbah berkata bahwa Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepadanya, “Apa engkau tahu surah yang terakhir turun dari Alquran secara utuh?”

Membaca surat An-Nasr dikatakan sama dengan membaca seperempat dari surat yang ada dalam Al-Qur’an. Dengan surat yang terdiri atas 3 ayat ini maka sudah barang tentu bagi setiap orang untuk mampu menghafalnya, dan membacakannya setiap hari yang apabila dilakukan sama dengan membaca seperempat Al-Quran.

Hal ini dibuktikan dalam hadits riwayat Tirmidzi bahwa Nabi saw bersabda “Surat Idza jaa nashrullahi wal fat-hu sama dengan seperempat Al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik ra. Bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda kepada salah seorang sahabat beliau, “Sudahkah kamu menikah wahai Fulan?” Ia berkata, “Belum, demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai apa-apa untuk menikah.” Beliau bersabda, “Bukankah kamu hafal Qulhuwallahu ahad?” Ia menjawab, “Ya.”

Kemudian beliau bersabda,” Itu menyamai sepertiga Al-Qur’an. “Beliau bersabda lagi, “Bukankah kamu hafal Idzaa jaa’a nashrullahi wal fath?”, Ia menjawab, “Ya.”

Beliau bersabda, “Itu menyamai seperempat Al-Qur’an.” Kemudian beliau bersabda, “Bukankah kamu hafal Qul yaa ayyuhalkaafirun?” Ia menjawab, “Ya.” beliau bersabda, “Itu menyamai seperempat Al-Qur’an.” Kemudian beliau bersabda, “Menikahlah! Menikahlah!” (HR. Tirmidzi).

Demikianalah Lafadz Surat An-Nasr Ayat 1-3 Tulisan Arab, Latin Beserta Artinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para sahabat Satudoa.com. Silahkan baca lafadz dan arti surat An-Nasr supaya sahabat dapat memahami peristiwa turunnya surat ini. Sampai jumpa di topik selanjutnya. Wassalam…