Puasa Arafah

Bacaan Niat Puasa Arafah Lengkap dengan Manfaat dan Keutamaannya | Setiap tahunnya umat islam merayakan hari raya Idul Adha di bulan Dzulhijjah. Selain bulan syawal, bulan Dzulhijjah ini menjadi bulan yang istimewa karena penuh rahmat dan keutamaan. Di bulan ini juga para umat islam merayakan idul adha dengan melaksanakan sholat id dan juga penyembelihan hewan kurban.

Sementara para jamaah haji akan melaksanakan ibadah haji yang paling utama yaitu wukuf di Padang Arafah. Wukuf sendiri menjadi ibadah untuk merenungkan dan mengingat peristiwa Nabi Adam dan Hawa yang diturunkan di Bumi.

niat puasa arafah

Pengertian Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan satu hari sebelum perayaan Idul Adha. Tepatnya yakni pada tanggal 9 Dzulhijah.  Di bulan Haji atau bulan Dzulhijjah ini umat muslim di anjurkan untuk berbuat kebaikan dan melaksanakan ibadah sunnah. Salah satu ibadah sunnah yakni dengan melakukan puasa .

Puasa menjelang hari raya Idul Adha sangat di anjurkan oleh Rosululloh SAW karena memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Puasa ini terdiri dari 3 jenis yaitu puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah. Setiap puasa memiliki keistimewaan dan manfaat tersendiri bagi mereka yang melakukannya.

Niat Puasa Arafah

Berikut ini adalah Bacaan Niat Puasa Arafah Lengkap ( Arab, Latin dan Artinya ).

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

” Nawaitu shouma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa “

Artinya: saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala

Hukum Puasa Arafah

Arafah Puasa ini hukumnya adalah sunnah muakkadah .

Maksud dari sunnah muakkad adalah ibadah sunnah yang sangat diperuntukkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Jadi bagi kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji sangat diminta untuk mengerjakan puasa pada tanggal 9 Dzulhijah tersebut.

Sementara bagi kaum muslimin yang menjalankan ibadah haji, tidak disunnahkan untuk puasa pada hari Arrafah.

Penjelasan mengenai hukum puasa arafah menurut Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu:

Bagi seorang muslim yang menjalankan ibadah haji, tidak disunnahkan menjalankan ibadah puasa pada hari Arafah.

Meskipun disunnahkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa, tetap ia masih kuat menjalankannya, agar tenaga dan kekuatannya untuk berdoa dan juga mengikuti sunnah.

Sementara menurut mazhab Hanafi, orang yang sedang berhaji boleh berpuasapada hari arafah jika ia kuat. ”

Tata Cara Melaksanakan

Agar jalannya ibadah Sunnah puasa arafah dapat berjalan dengan baik, Anda harus tahu tata cara yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Berikut ini adalah urutan tata cara :

1. Melakukan Niat Berpuasa

Yang pertama harus dilakukan adalah niat puasa arafah yang dilakukan sebelum fajar diterbitkan atau di malam hari.

Jika Anda lupa untuk meniatkannya, Anda dapat melakukan itu di pagi hari dengan tidak makan, minum atau melakukan hal lain yang bisa membuat puasa tidak sah atau batal.

2. Melakukan Makan Sahur

Untuk menyempurnakan puasa, Anda disunnahkan untuk makan sahur. Tujuan melakukan makan sahur ini tentu saja untuk mendapatkan pahala dan juga berkah dari puasa.

Kalau tidak makan sahur karena lupa atau terlambat bangun, puasa kalian tetap sah.

Namun yang disayangkan adalah Anda tidak dapat berkah dan tentu saja kurang memiliki tenaga untuk beraktifitas.

3. Menahan Diri dari Perbuatan yang dibawa Puasa

Tahanlah diri untuk tidak melakukan hal-hal atau melakukan yang membatalkan puasa .

Perbarui itu makan atau minum dengan disengaja, marah dan lain sebagainya sampai waktunya berbuka puasa tiba.

Semua ini harus Anda patuhi karena jika Anda puasa yang Anda lakukan hanya akan mendapatkan lapar dan haus aja.

4. Menyegerakan Berbuka Puasa

Segeralah berbuka ketika tiba telah tiba yaitu saat matahari telah tenggelam.

Menyegerakan untuk berbuka puasa adalah salah satu keutamaan untuk mendapatkan banyak pahala saat menjalankan ibadah puasa.

Apalagi waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa .

Menunda untuk berbuka puasa adalah salah satu hal yang kurang baik dalam ajaran agama Islam.

5. Dilaksanakan Pada Saat Wukuf Jamaah Haji

Anda harus melakukan puasa arafah ini tepat saat para jamaah haji melakukan wukuf di arafah.

Ini adalah salah satu ketentuan yang harus diterapkan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Akan tetapi, jika penanggalannya berbeda, para ulama mengatakan agar diterima penanggalan berdasarkan penaggalan di negeri masing-masing.

6. Boleh Berpuasa Namun Masih Memiliki Hutang Puasa

Bagi Anda yang ingin menunaikan puasa arafah belum memiliki utang puasa di bulan Ramadhan yang belum diqadha, hal itu tetap diizinkan.

Salah satu syaratnya adalah Anda memiliki niatan di dalam hati dengan sungguh-sungguh berniat untuk melunasi utang puasa di bulan Ramadhan tersebut.

Manfaat Yang Di dapat Jika Menjalankannya

Banyak sekali manfaat yang akan sahabat dapatkan jika melaksanakan puasa Arafah. Berikut ini di antara manfaatnya:

  • Mendapatkan Usia yang Barokah
  • Menambah Rizki
  • Membuat Tubuh Lebih Sehat
  • Mendapatkan Kebahagiaan yang Lebih Dalam Hidup
  • Hati Menjadi Lebih Tenang
  • Diampuni Dosanya
  • Mendapat Pahala yang Berlipat
  • Dimudahkan Saat Sakaratul Maut di Ujung Hidupnya
  • Akan Mendapat Penerangan di Alam Kubur
  • Memiliki Timbangan Amal Baik yang Berat

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Sungguh rugi jika kita meninggalkannya. Berikut ini tujuh hadits shahih yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّى أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, sesungguhnya aku berharap kepada Allah, Dia menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia diampuni dosa-dosanya setahun yang di depannya dan setahun setelahnya.” (HR. Ibnu Majah; shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُ سَنَتَيْنِ مُتَتابِعَتَيْنِ

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka dosanya diampuni selama dua tahun berurut-turut.” (HR. Abu Ya’la; shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ خَلْفَهُ

“Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka ia diampuni tahun depannya dan tahun belakangnya.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath; shahih lighairihi)

سَأَلَ رَجُلٌ عَبْدَ اللَّهِ بن عُمَرَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ ؟ فَقَالَ : كُنَّا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعْدِلُهُ بِصَوْمِ سَنَتَيْنِ

Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang puasa hari Arafah, dia menjawab, “Kami dulu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa dua tahun.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath; hasan lighairihi)

Demikianlah rangkuman mengenai Bacaan Niat Puasa Arafah Lengkap dengan Manfaat dan Keutamaannya semoga bermanfaat untuk sahabat Satudoa.com . Silahkan sahabat lakukan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW dan dapatkan manfaat serta kebahagian di dunia maupun di akhirat , amin.