Niat Puasa Syawal

Niat Puasa Syawal | Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang di kerjakan pada bulan syawal setelah Idul Fitri. Puasa ini di kerjakan selama 6 hari lamanya secara berturut – turut. Puasa Syawal memiliki keutamaan di banding puasa sunnah lainya yakni akan mendapatkan  puasa seakan-akan puasa selama setahun penuh. Karena keutamaannya tersebut, banyak umat muslim yang mengerjakan puasa sunnah tersebut setelah hari raya Idul Fitri .

Keutamaan Puasa Syawal di pertegas dalam keterangan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, tentang hadis, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu mengiringinya dengan enam hari puasa di bulan Syawal, ia seakan puasa setahun penuh.”

Niat Puasa Syawal

Niat Puasa Syawal

Bagi para umat muslim yang ingin mengerjakan Puasa Syawal, berikut ini satudoa.com akan memberikan Lafadz Niat Puasa Syawal Lengkap ( Arab, Latin Beserta Artinya ).

Baca Juga :Puasa Arafah

Adapun orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal, diperbolehkan baginya berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah saat itu juga. Karena kewajiban melakukan niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal di siang hari.

Berikut ini lafalnya dalam bahasa Arab.

Lafadz Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Lafadz Latin :

“Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘ala. “

Artinya, “Saya berniat berpuasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Tata Cara Puasa Syawal

Sebenarnya Tata cara puasa Syawal sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum. Yang membedakan hanyalah niatnya. Berikut ini tata cara puasa Syawal :

1. Niat Puasa Syawal

Niat puasa syawal boleh dilakukan di malam hari, boleh di waktu makan sahur hingga terbit fajar. Bahkan boleh diniatkan ketika pagi jika terlupa atau kesiangan, karena ini merupakan puasa sunnah.

Hal ini berbeda dengan puasa Ramadhan yang niatnya harus di malam hari. Terakhir di waktu fajar. Tidak sah puasa Ramadhan jika niatnya setelah terbit fajar.

2. Makan sahur

Makan sahur ini hukumnya sunnah. Sahur disunnahkan dikerjakan sebelum terbit fajar dan disunnahkan diakhirkan. Tapi, apabila tak makan sahur pun tidak apa-apa, dalam artian puasa tetap sah. Misalnya jika terlambat bangun.

3. Menahan diri dari hal yang membatalkan

Yakni menahan dari makan, minum, berhubungan dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Walaupun sudah niat puasa syawal, namun kemudian makan atau minum dengan sengaja di siang hari, maka puasanya batal.

Yang juga penting dilakukan, selama menjalankan puasa, hindari hal-hal yang bisa membatalkan pahala puasa. Misalnya berkata dusta, ghibah dan bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

4. Buka puasa

Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yaitu bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.

Tata Cara khusus

  • Dilaksanakan Selama 6 Hari
  • Dapat di lakukan Berurutan Atau Tidak, namun lebih baik di lakukan secara berurutan.
  • Dijalankan Tepat Setelah Idul Fitri
  • Dahulukan Mengqadha Puasa Ramadhan Jika memiliki hutang
  • Dapat Berpuasa di Hari Jumat atau Sabtu
  • Bisa Membatalkan Puasa Saat Uzur Ataupun Tidak
  • Meminta Izin Pada Suami Bagi Para Istri

Manfaat Menjalankannya

Keutamaan puasa syawal yang sudah dijelaskan di atas merupakan keistimewaan puasa ini. Bagaimana tidak, hanya dengan menambahkan puasa enam hari, puasa Ramadhan dan puasa syawal ini pahalanya seperti puasa setahun penuh.

Apakah ada di antara kita yang bisa puasa setahun penuh? Kalaupun bisa, itupun dilarang. Karena puasa sunnah tertinggi adalah puasa daud. Oleh sebab itu sangat penting niat puasa syawal dan mengerjakannya.

Selain keutamaan yang sangat luar biasa tersebut, puasa Syawal juga memiliki manfaat secara medis/ kesehatan. Yakni dapat memperpanjang waktu penyehatan pencernaan. Pada saat idul fitri, umumnya banyak orang yang tadinya telah menjaga kesehatan pencernaannya tiba-tiba kembali banyak makan.

Orang yang tidak melakukan puasa, dia terus berada pada pola lama tersebut. Akan tetapi,  bagi yang mengerjakan puasa syawal, polanya dikembalikan ke pola yang lebih sehat. Waktu istirahat bagi pencernaan kembali lebih lama seperti puasa Ramadhan. Sehingga dia akan menjadi lebih sehat.

Manfaat lainnya adalah terkait pengelolaan emosi dan tazkiyatun nafs. Orang yang mengerjakan puasa syawal, ia akan terlatih lebih lama dalam mengelola emosi dan membersihkan jiwanya (tazkiyatun nafs).

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa. Keutamaan dari puasa Syawal setelah puasa Ramadhan ialah seperti berpuasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam beberapa hadits shahih:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim)

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ

“Barangsiapa yang berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh” (HR. Ibnu Majah; shahih)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, ia seperti puasa setahun” (HR. Ibnu Majah; shahih)

Meskipun bagi sebagian orang puasa ini cukup berat karena tidak bisa menahan godaan berbagai macam makanan yang di sajikan pada saat hari lebaran atau Idul Fitri .

Namun Jangan ragu untuk melaksanakan Puasa Syawal karena bagi para umat muslim yang mengerjakan puasa syawal secara berturut-turut akan mendapatkan keutamaan yang sudah di jabarkan sebelumnya.

Demikianlah artikel mengenai Lafadz Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Manfaat dan Keutamaanya, semoga bermanfaat untuk para sahabat Satudoa.com. Wassalamualaiku wr.wb.