Niat Mandi Junub

Lafadz Niat Mandi Junub ( Mandi Wajib ) dan Tata Cara Yang Benar | Dalam melaksanakan sholat Fardhu atau sunnah, kita di haruskan bersih dari hadast kecil dan besar. Jika terkena hadast kecil seperti kotoran hewan, buang air kecil , buang air besar dan lain sebagainya, kita hanya wajib membersihkannya dengan air lalu berwudhu.

Namun jika terkena hadast besar seperti keluar air mani baik di sengaja atau tidak, setelah berhubungan suami istri,  haid dan nifas bagi perempuan perlu melakukan mandi wajib atau Mandi Junub. Jadi janganlah Sholat sebelum melakukan mandi junub ( Mandi Wajib)

mandi junub

Pengertian Mandi Wajib ( Junub )

Mandi wajib atau mandi junub (bahasa Arab: الغسل, translit. al-ghusl‎) adalah mandi atau menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara tertentu untuk menghilangkan hadats besar. Hal itu adalah pengertian dalam syariat Islam. Arti al-gusl secara etimologi adalah menuangkan air pada sesuatu.

Seperti yang sudah di taurkan dalam QS. An-Nisa’ [4] : 43, Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقْرَبُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمْ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا۟ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.

Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Sebelum melakukan mandi wajib, kita di haruskan untuk membaca Niat dan tata cara Mandi Junub tersendiri untuk laki laki dan perempuan. Nah berikut ini saya akan membagikan lafadz niat dan tata cara mandi wajib bagi laki-laki dan perempuan :

Baca Juga : Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Niat Mandi Junub ( Mandi Wajib)

Niat Junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.”

Artinya : “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.”

Niat Mandi Junub Setelah Haid

Niat Mandi Wajib

Haid merupakan peristiwa keluarnya darah dari kelamin perempuan akibat sel telur yang tidak dibuahi oleh sel sperma. Hal ini dipengaruhi oleh hormon FSH-Estrogen atau LH-Progesteron . Peristiwa haid pada umumnya terjadi setiap bulan pada perempuan.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

Artinya :“Aku niat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Niat Mandi Junub Setelah Nifas

 nifas

Nifas merupakan peristiwa keluarnya darah dari kelamin perempuan setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama kurang lebih 40 hari pasca melahirkan. Selama mengalami nifas, seorang perempuan dilarang melaksanakan shalat, puasa, dan berhubungan intim dengan suaminya.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.”

Artinya : “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas karena Allah ta’ala”

Baca Juga : Niat Sholat Jumat

Tata Cara Mandi Junub Yang Benar

Sebagai ibadah tentunya dalam melakukan mandi wajib, terdapat kefardluan atau rukun tertentu yang harus dipenuhi.Jika rukun wajib tersebut tidak terpenuhi maka tidak sah mandi wajib tersebut. Sehingga orangnya masih dianggap berhadats sehingga dilarang melakukan aktivitas tertentu.

Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safînatun Najâ menyebutkan ada 2 (dua) hal yang menjadi rukunnya mandi besar, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Dalam kitab tersebut beliau menuliskan:

فروض الغسل اثنان النية وتعميم البدن بالماء

Artinya: “Fardlu atau rukunnya mandi ada dua, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.”

Imam al-Ghazali dalam kitabnya Bidâyatul Hidâyah menjelaskan secara rinci adab dan tata cara mandi wajib. Berikut urutan tata cara mandi besar setelah membaca niat Mandi Junub.

1. Ambilah air lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.

Tangan harus dibersihkan dahulu sebanyak tiga kali. Selanjutnya tangan inilah yang membantu membersihkan kotoran di seluruh tubuh. Dalam madzhab Syafi’i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Pada saat inilah bacaan niat mandi wajib dapat dilafadzkan.

2. Bersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.

Sebelum langsung mandi wajib, terlebih dahulu bersihkan kotoran-kotoran yang menempel. Misal ingin buang air kecil atau besar dahulu maupun lainnya.

3. Wudhu

Melakukan wudhu berfungsi untuk mensucikan dari hadast kecil hingga sesudahnya mandi wajib untuk mensucikan dari hadast besar. Dalam melakukan mandi wajib, wudhu sama seperti wudhu ketika shalat. Akhiri dengan menyiram kedua kaki.

4. Memulai mandi besar

Langkah pertama mandi wajib yaitu dengan mengguyur kepala sampai tiga kali berturut-turut.

5. Guyur bagian badan

Guyur badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian beralih ke badan sebelah kiri hingga tiga kali. Kemudian menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali; serta membersihkan sela-sela rambut dan jenggot (bila punya).

Pada saat melakukan mandi Junub, pastikan semua bagian tubuh dan lipatan kulit tersembunyi ikut dibersihkan. Hindari menyentuh kemaluan. Namun, jika tersentuh, maka hendaknya berwudhu lagi. Bagi perempuan, tata cara mandi junub sebenarnya sama dengan laki laki, hanya saja perempuan tidak di wajibkan menyela pangkal rambut bahkan membuka gelungan atau ikatan rambut.

Baca Juga : Niat Puasa Ramadhan

Hal yang mewajibkan untuk melakukan mandi Junub

  1. Keluar sperma Keluarnya sperma (mani) mewajibkan mandi baik dari laki-laki maupun perempuan.
  2. Setelah berhubungan seksual antara laki laki dan permpuan, meski memakai alat kontrasepti, mandi besar wajib di lakukan.
  3. Setelah haid. Haid atau menstruasi yaitu keluarnya darah dari kemaluan wanita dalam keadaan normal, waktu minimal sehari semalam (24 jam) dan waktu maksimal lima belas hari. Sedangkan pada  umumnya haid keluar selama 7 atau 8 hari
  4. Terhenti keluarnya darah nifas Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita setelah melahirkan. Untuk waktunya sendiri Nifas hanya sebentar sedang maksimal adaah 60 hari. Umumnya nifas berlangsung selama 40 hari. Sebagaimana haidh, wanita yang mengalami nifas juga wajib mandi setelah darahnya berhenti
  5. Melahirkan Melahirkan normal termasuk hal yang mewajibkan mandi meskipun yang dilahirkan masih berupa segumpal darah atau daging. Sedang bila proses persalinan melalui bedah cesar, maka ada perbedaan pendapat di antara ulama. Ada yang berpendapat tetap wajib mandi dan ada yang mengatakan tidak.
  6. Orang yang Meninggal Orang yang meninggal wajib dimandikan selain orang yang meninggal dalam kondisi syahid dan selain korban keguguran atau aborsi yang belum tampak bentuk sebagai manusia seperti masih berbentuk segumpal daging.

Itulah Niat Mandi Junub ( Mandi Wajib ) dan Tata Cara Yang Benar semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Jika ada penulisan atau penjelasan yang salah, mohon berikan komentar di tepat yang sudah di sediakan.