Macam Macam Sedekah

Macam Macam Sedekah Beserta Keutamaan dan Hukumnya | Assalamualaikum wr.wb sahabat Satudoa.com. Semoga kalian selalu di beri kesehatan dan rezeki yang melimpah amin.

Pada artikel kali ini admin akan membahas mengenai macam macam sedekah , keutamaan serta hukumnya sesuai aaran agama islam.

macam macam sedekah

Sedekah

Sedekah merupakan suatu perilaku terpuji yang sangat disukai oleh Allah karena dapat menjadi amal sholeh bagi seseorang yang melakukannya.

Sedekah adalah salah satu ajaran dalam agama Islam yang sejatinya dapat dilakukan kapan saja. Tidak banyak diketahui bahwa amalan ini sebenarnya sangat ringan untuk dilakukan.

Sedekah termasuk amalan yang bersifat sosial atau al-muta’ddiyah. Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang mengerjakannya, namun juga dirasakan banyak orang lain, terutama yang menerima sedekah.

Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk mengutamakan bersedekah. dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mendapatkan harta dari sumber yang haram lantas dia manfaatkan untuk berbuat baik kepada kerabatnya, sedekah kepada orang miskin atau infaq di jalan Allah, maka semua amalnya tersebut dikumpulkan (tidak bernilai) dan karenanya dia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Abu Daud dalam Marasil, Hasan li Ghairihi, Shahih Targhib nomor 1721)

Baca Juga : Doa Pembuka Rezeki

Macam Macam Sedekah

Dalam ajaran agama Islam, sedekah dibagi menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut:

sedekah

1. Sedekah Materi.

Sedekah materi adalah sedekah yang dapat memberikan barang-barang miliknya kepada orang lain. Misalnya memberi uang, makanan, minuman, atau takjil berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. Hal ini pun sangat dianjurkan oleh Rasulullah dan seseorang yang melakukan sedekah materi akan mendapatkan pahala puasa seperti orang yang berpuasa.

2. Sedekah Non Materi.

Sedekah non materi adalah sedekah yang dapat dilakukan seseorang dengan tanpa mengeluarkan materi, tetapi dengan tenaga, pikiran, nasihat, atau sekadar senyum tulus kepada sesama saudaranya.

3. Sedekah Jariyah.

Sedekah jariyah adalah sedekah yang terus mengalir pahalanya meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia karena barang yang disedekahkan masih terus dimanfaatkan. Seperti menyedekahkan hartanya untuk membangun masjid, pesantren, pengembangan ilmu, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya yang bermanfaat.

Baca Juga: Doa Masuk Pasar

Keutamaan Sedekah

Dengan melakukan sedekah, seorang Muslim akan mendapatkan beberapa keutamaan. Dalam Alquran surat At Talaq ayat 7, Allah berfirman:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

” Liyunfiq zu sa’atim min sa’atih, wa mang qudira ‘alaihi rizquhu falyunfiq mimmaa aataahullaah, laa yukallifullaahu nafsan illaa maa aataahaa, sayaj’alullaahu ba’da ‘usriy yusraa”

Artinya:

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.”

1. Bersedekah adalah suatu kewajiban.

Dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 177, Allah berfirman:

۞ لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

” Laisal-birra an tuwallu wujuhakum qibalal-masyriqi wal magribi wa laakinnal birra man aamana billaahi wal yaumil aakhiri wal malaa’ikati wal kitaabi wan nabiyyiin, wa aatal maala ‘alaa hubbihii zawil qurbaa wal yataamaa wal masaakiina wabnas sabiili was saa’iliina wa fir riqaab, wa aqaamas-salaata wa aatazczakaah, wal-mufuna bi’ahdihim izaa ‘aahadu, was-saabiriina fil ba’saa’i wad-darraa’i wa hiinal-ba’s, ulaa’ikallaziina sadaqu, wa ulaa’ika humul muttaqun”

Artinya:

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Bersedekah adalah suatu kewajiban untuk dilaksanakan, terutama bagi seorang Muslim yang mampu secara finansial.

2. Sebagai penghapus dosa.

Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Allah hanya akan mengampuni dosa-dosa seseorang yang telah bersedekah dengan syarat orang tersebut mengikutinya dengan taubat. Dan jika seseorang melakukan sedekah dengan niat agar dosa-dosanya dianggap impas, maka sesungguhnya hal ini tidaklah dibenarkan.

3. Membuat harta menjadi lebih berkah.

Melakukan sedekah dengan hati yang ikhlas dan niat karena Allah, membuat harta yang disedekahkan akan membawa banyak berkah untuk seseorang yang menyedekahkannya. Dalam surat Al Baqarah ayat 262, Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

” Allaziina yunfiquna amwaalahum fii sabiilillaahi summa laa yutbi’una maa anfaqu mannaw wa laa azal lahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa laa khaufun ‘alaihim wa laa hum yahzanun”

Artinya:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

4. Allah akan menambahkan rezeki.

Jika seorang Muslim melakukan sedekah, hal tersebut tidak akan mengurangi harta dan rezekinya karena Allah akan mengganti dan menambahkan rezeki yang sebaik-baiknya bagi seseorang yang ikhlas bersedekah. Dalam surat Saba ayat 39, Allah berfirman:

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

” Qul inna rabbii yabsutur-rizqa limay yasyaa’u min ‘ibaadihii wa yaqdiru lah, wa maa anfaqtum min syai’in fa huwa yukhlifuh, wa huwa khairur raaziqiin”

Artinya:

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

5. Dijauhkan dari siksa neraka.

Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:

“Jauhilah neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:Doa Nurbuat

Hukum Sedekah

Disini kita akan membahas tentang hukum hukum sedekah, hukum sedekah ada 4 macam yaitu :

1. Wajib

Ketika menemukan orang yang membutuhkan.
Maksudnya yaitu ketika kita melihat orang yang sangat membutuhkan maka disitu lah sedekah hukum nya menjadi wajib

2. Sunnah

Umat islam selali dianjurkan untuk bersedekah
Maksudnya yaitu sedekah itu hukum nya sunnah ketika umat islam itu dianjurkan bersedekah.

3.Makruh

Apabila barang yang kita berikan itu atau barang yang kita sedekah kan itu jelek atau tidak layak untuk dipakai.
Maksudnya adalah sedekah itu hukum makruh ketika barang yang kita sedekahkan itu tidak layak dipakai.

4. Haram

Apabila barang yang disedekahkan digunakan untuk kejahatn atau maksiat.
Maksud nya hukum sedekah itu jadi haram ketika sedekah itu kita jadi kan bahan untuk kejahatan.

Demikianlah ulasan mengenai Macam Macam Sedekah Beserta Keutamaan dan Hukumnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan wassalam.