Lafadz Surat Al Bayyinah Ayat 1-8 Arab , Latin , Arti dan Isi Kandungan

Lafadz Surat Al Bayyinah Ayat 1-8 Arab , Latin , Arti dan Isi Kandungan | Assalamualaikum wr.wb. Jumpa lagi dengan admin Satudoa.com yang akan membagikan kumpulan doa,lafadz, surat al qur’an dan lain sebagainya tentang islam. Pada topik kali ini admin akan membagikan bacaan atau lafadz dari surat pendek Al qur’an yaitu Surat Al Bayyinah ayat 1-8.

Bagi sahabat yang belum memahami bacaan dalam bahasa arab, admin menyediakan pula dalam bentuk tulisan latin lengkap dengan arti nya. Selain itu ulasan mengenai asbabun nuzul, keutamaan, isi kandungan akan admin hadirkan untuk melengkapi artikel ini. Berikut ini ulasan lengkap Surat Al Bayyinah.

Surat Al Bayyinah

Al Qur’an Surat Al Bayyinah

Surat Al Bayyinah (dalam bahasa Arab:البينة, “Pembuktian”) adalah surah ke-98 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyah, diturunkan di kota Madinnah sesudah surah At-Talaq. Dinamai Al-Bayyinah (Pembuktian) diambil dari perkataan Al-Bayyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Adanya kaum Kafir dan Ahlul Kitab yang tidak mau meninggalkan agama mereka sebelum datang bukti yang nyata tentang agama Islam. Akan tetapi Islam tetap memberi kebebasan kepada mereka untuk tetap meyakini agamanya sebelum bukti nyata itu datang.

Namun setelah bukti nyata itu datang kepada mereka pun mereka tetap tidak mau mempercayainya, meskipun mereka sudah tau tanda-tanda tentang akan diturunkannya Nabi yang membawa risalah dan bukti-bukti nyata untuk membawa mereka kepada agama yang benar yaitu Islam. ( sumber :wikipedia )

Baca Juga :Surat At Tin Ayat 1-8

Lafadz Surat Al Bayyinah Ayat 1-8 Arab , Latin , dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ

Lafadz Latin” lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah”

Artinya ” Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,”

رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ

Lafadz Latin” rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah”

Artinya ” (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur’an),”

فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ

Lafadz Latin” fīhā kutubung qayyimah”

Artinya ” di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).”

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ

Lafadz Latin” wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah”

Artinya ” Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.”

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Lafadz Latin” wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah”

Artinya ” Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ

Lafadz Latin” innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah”

Artinya ” Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.”

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ

Lafadz Latin” innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah”

Artinya ” Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”

عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ

Lafadz Latin ” jazā`uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālika liman khasyiya rabbah”

Artinya ” Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. ”

Asbabun Nuzul

Ubay ibn Ka’b adalah penduduk Yatsrib yang sangat cerdas, gemar membaca dan pandai menulis. Saat kedatangan Mush’ab ibn Umar yang diutus Rosulullah untuk mengajarkan agama Islam kepada penduduk Yatsrib, ia langsung bergabung dan menyatakan keislamannya, ikut dibai’at di Aqobah dan ikut menyambut Rosulullah ketika beliau hijrah ke Yatsrib.

Karena kepandaiannya menulis, Ubay dipilih Rosulullah sebagai salah seorang pencatat dan penulis ayat Al Qur’an yang diwahyukan Allah kepada RosulNya. Dia juga senantiasa berada disamping Rasulullah ketika beliau berada di majlis ilmu atau masjid.

Karena perannya itu , suatu hari Rasulullah bersabda : “Wahai Ubay, Jibril menyuruhku untuk membacakan ayat Al Qur’an kepadamu”.

Dengan takjub Ubay menjawab : “Allah menyebutkan namaku kepadamu..?”.

“Ya… Dia menisbahkanmu kepada malaikat tertinggi”.

Lalu Rasulullah menyampaikan ayat Al Qur’an kepada Ubay untuk dicatatnya yakni Surat Al Bayyinah ayat 1-8

Baca JugaSurat Al Qadr Ayat 1-5

Keutamaan

Dari Imam Qurthubi menjelaskan bahwa Al Bayyinah yang sering disebut surat Lam Yakun adalah surat ke 98 dan berisi 8 ayat, memiliki beberapa keutamaan.

1. Manfaat besar bila dapat  mengajarkannya

Salah satu keutamaannya bahwa Surat Al Bayyinah ini memiliki manfaat yang besar jikalau mau mengajarkannya sebagaimana riwayat Al Qadhi Abu Bakar bin Arabi berkata: Ishak bin Basyar al Kahili al Kufi meriwayatkan dari Malik bin Anas dari Yahya bian Sa’id dari Ibnu Musayyab dari Abu Darda dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda :

Seandainya saja umat manusia mengetahui apa yang ada didalam Lam Yakunilladzina kafaru niscaya mereka akan mengabaikan keluarga dan hartanya demi mengajarkannya. Namun imam Qurthubi menyebutnya hadist bathil

2. Sunah belajar Al Quran kepada orang yang memiliki keutamaan dan tawadhu bagi yg memiliki keutamaan itu dalam mengajarkan Al Quran

Hadist lain menyebutkan sebagaimana hadist shahih yang diriwayatkan oleh Anas bahwa Nabi Saw bersabda kepada Ubay:

Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku agar membaca untukmu: Lam Yakunilladzi kafaru. ” Ubay bertanya : Allah menyebutkan aku padamu? Beliau menjawab : Ya, Lalu Ubay menangis (HR Mutafaqalaihi)

Imam Qurthubi menjelaskan sesuai maksud hadist yang diriwayatkan Bukhari, Muslim dan lainnya itu, bahwa didalamnya ada pemahaman : “Bacaan orang alim kepada orang yang belajar”.

3. Sebagian dari mereka berkata: “Sesungguhnya pembacaan Nabi Saw dihadapan Ubay adalah untuk mengajarkan tawadhu kepada manusia agar seseorang tidak memandang rendah kepada orang yang belajar dan membaca Al Quran.

Karena dikatakan : “Sesungguhnya Ubay lebih cepat melafalkan daripada Rasulullah Saw, lalu Rasulullah Saw ingin agar Ubay mengambil lafal beliau, membaca sebagaimana ia mendengar dari beliau dan mengajarkannya kepada orang lain.

Didalamnya juga terdapat keutamaan yang besar bagi Ubay karena Rasulullah Saw diperintahkan untuk membacakan surat tersebut untuknya.

Baca JugaDoa Selamat Dunia Akhirat

Isi Kandungan Surat Al Bayyinah

Isi pokok dari QS. al-Bayyinah  di antaranya mengenai pernyataan Ahli Kitab dan orang-orang kafir (Musyrik) bahwa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang Nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan.

Setelah Nabi Muhammad SAW datang, mereka berpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, pada hal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat.

Tafsir Surat Al Bayyinah

Pada ayat 1 ,  mengandung artian bahwa kaum Kafir dan Ahlul Kitab tidak mau meninggalkan agamanya sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.

Ahli kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dan yang dimaksud dengan orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala dan api, baik dari masyarakat Arab maupun non Arab. Mujahid mengatakan bahwa mereka “mungfakkiina” (“tidak akan meninggalkan”) artinya, mereka tidak akan berhenti sehingga kebenaran tampak jelas di hadapan mereka.

Maka pada ayat ke 2-3 Allah menegaskan kembali apa ucapan mereka yakni bahwa bukti nyata yang meraka harapkan dan siapa yang mereka nantikan adalah seorang Rasul yang merupakan utusan

Allah yang membacakan kepada mereka lembaran-lembaran yang disucikan dari segala najis dan kekotoran immaterial seperti syirik dan dosa yang di dalamnya terdapat kitab-kitab yakni ketetapan hukum yang sangat lurus, menjadi pedoman bagi kebahagiaan hidup pribadi dan masyarakat dunia akhirat.

Ayat 2-3 juga mengacu pada surat an-Nisaa: 174; bahwa Allah telah mendatangkan bukti nyata kebenaran dengan diturunkannya Nabi Muhammad SAW. dengan mukjizat.  Dengan memandang keutamaan rasio yang tersirat dalam seruan “hai sekalian manusia”, maka seruan itu diserukan pada orang-orang yang mengingkari kebenaran. Mereka berasal dari orang-orang musyrik yang membantah ketuhanan dan kerasulan.

Rujukan pada surat an-Nisaa (174)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).

Kemudian pada ayat ke 5 , diartikan bahawa mereka enggan percaya serta berselisih satu sama lain padahal mereka tidak diperintahkan yakni tidak dibebani tugas baik yang terdapat dalam kitab-kitab maupun melalui Rasul yang menyampaikannya, kecuali supaya mereka menyembah yakni beribadah dan tunduk kepada Allah SWT.

Dengan memurnikan untuk-Nya dan juga mereka diperintahkan supaya mereka melaksanakan shalat secara baik dan menunaikan zakat dengan sempurna sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

Karena adanya perpecahan mereka kaum Kafir maka pada ayat yang ke lima dengan nada mencerca, Allah menegaskan bahwa mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah.

Perintah yang ditujukan kepada mereka adalah untuk kebaikan dunia dan agama mereka, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, yang berupa ikhlas lahir batin dalam berbakti kepada Allah dan membersihkan amal perbuatan dan syirik menjauhkan dirinya dari kekufuran kepada agama tauhid dengan mengikhlaskan ibadah kepada Allah.

Pada ayat yang terakhir Allah juga menjanjikan adanya surga bagi mereka yang beriman kepada-Nya, dan neraka bagi mereka yang mengingkari-Nya.

Demikianlah Lafadz Surat Al Bayyinah Ayat 1-8 Arab , Latin , Arti dan Isi Kandungan. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadikan kita saling menjaga toleransi agar tidak terjadi perpecahan sesama umat muslim. Sampai jumpa pada topik selanjutnya di Satudoa.com.