Lafadz Surat Al Ashr Ayat 1-3 Tulisan Arab , Latin dan Artinya

Lafadz Surat Al Ashr Ayat 1-3 Tulisan Arab , Latin dan Artinya | Assalamualaikum wr.wb sahabat Satudoa.com. Pada artikel kali ini admin akan membagikan bacaan atau lafadz dari surat pendek Al Qur’an yakni Surat Al Ashr ayat 1-3.

Untuk memudahkan para sahabat membaca , menghafal atau memahami surat ini, admin sudah menyiapkan dalam tulisan arab , latin dan artinya lengkap dengan ulasan asbabun nuzul, keutamaan serta isi kandungan di dalam surat ini . Nah berikut ulasan lengkap nya.

Surat Al Ashr

Al Qur’an Surat Al Ashr

Surah Al-‘Asr (bahasa Arab: سورة العصر‎) adalah surah ke-103 dari al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah lantaran di turunkan di kota Mekkah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al ‘Ashr berarti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.

Isi surat mengabarkan bahwa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan merugi kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an menyebutkan, dalam surat pendek yang hanya terdiri dari tiga ayat ini tercermin manhaj yang lengkap bagi kehidupa manusia sebagaimana yang dikehendaki Islam. Surat ini juga mengidentifitasi umat Islam dengan hakikat dan aktifitasnya dalam sebuah paparan singkat yang tidak mungkin dapat dilakukan selain Allah.

Manhaj itu adalah iman, amal shalih, saling menasehati untuk mentaati kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran. Semua orang merugi kecuali orang yang memiliki empat kriteria ini.

Baca Juga : Surat Al Qoriah Ayat 1-11

Lafadz Surat Al Ashr Ayat 1-3 Tulisan Arab , Latin dan Artinya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالْعَصْرِۙ

” wal-‘aṣr “

” Demi masa, “

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

” innal-insāna lafī khusr “

” sungguh, manusia berada dalam kerugian, “

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

” illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr “

” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. “

Baca Juga : Surat Al Zalzalah Ayat 1-8

Asbabun Nuzul

Syekh Muhammad Abduh bahwa masyarakat arab apabila hari telah sore, duduk bercakap-cakap membicarakan soal-soal kehidupan dan cerita-cerita lain yang berkenaan dengan urusan hidup sehari-hari, banyak pula yang bermegah-megahan asal usul nenek moyang, kedudukan serta harta kekayaan, akibatnya terjadi pertengkaran dan saling menyakiti hati sehingga menimbulkan pertikaian dan permusuhan .

Melihat kenyataan yang demikian itu, sebagian mereka ada yang mengutuk waktu ashar, mereka mengatakan bahwa waktu ashar adalah waktu yang celaka atau waktu naas, menurut mereka banyak bahaya yang terjadi pada waktu ashar .

Berkaitan dengan kisah itu, turunlah surah Al-ashr yang memberikan penjelasan bahwa waktu ashr tidak salah, kesalahan sebenarnya ada pada manusia yang menggunakan waktu tersebut dari hal-hal yang tidak terpuji.

Keutamaan

Di antara keutamaan Surat Al Ashr, ia biasa dibaca oleh sahabat di akhir majelis. Sebelum mereka berpisah. Sebagaimana riwayat Imam Thabrani dari Ubaidillah bin Hafsh. Juga diriwayatkan Imam Imam Baihaqi dari Abu Hudzaifah.

Imam Thabrani meriwayatkan dari Ubaidillah bin Hafsh, dia berkata, “Ada dua sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika bertemu mereka tidak akan berpisah melainkan salah satu dari mereka berdua membaca Surat Al Ashr terlebih dahulu, lantas mengucapkan salam.”

Keutamaan Surat Al Ashr lainnya, ia merangkum kunci keselamatan sehingga bisa mewakili isi Al Quran.

“Seandainya Al Quran tidak turun kecuali surat Al Ashr ini, maka sudah mencukupi manusia,” kata Imam Syafi’i sebagaimana dikutip Syaikh Amru Khalid dalam Khawatir Qur’aniyah.

Ada pula redaksi berbeda sebagai mana dikutip Syaikh Adih Muhammad Khalil dan Syaikh Wahbah Az Zuhaili.

Syaikh Adil Muhammad Khalil dalam Awwal Marrah at-Tadabbar al-Qur’an menyebutkan bahwa Imam Syafi’i mengatakan, “Sekiranya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menurunkan hujjah kepada hamba-Nya selain surat ini, niscaya surat ini telah mencukupi.”

Sedangkan Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menyebutkan bahwa Imam Syafi’i mengatakan, “Seandainya manusia memikirkan surat ini, pastilah surat ini cukup bagi mereka.”

Baca Juga : Surat Al A’la Ayat 1-19

Isi Kandungan Surat Al Ashr

Berikut ini isi kandungan surat Al Humazah yang kami sarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.

Serta Awwal Marrah at-Tadabbar al-Qur’an karya Syaikh Adil Muhammad Khalil dan Khawatir Qur’aniyah karya Syaikh Amru Khalid.

1. Surat Al Ashr menunjukkan urgensi dan kemuliaan waktu sehingga Allah bersumpah dengannya. Tidak boleh mencela waktu atau menyifatinya dengan keburukan seperti orang-orang Arab jahiliyah yang menyebut waktu sial.

2. Semua manusia berada dalam kerugian, betapapun ia untung materi, kecuali yang memiliki empat kriteria sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Ashr ini.

3. Orang yang selamat dari kerugian akhirat adalah mereka yang beriman, beramal shalih, saling menasehati untuk mentaati kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.

4. Iman tidak bisa dipisahkan dengan amal shalih. Sebab iman tidak cukup hanya dengan pengakuan dan keyakinan, ia perlu bukti perbuatan dan amal anggota badan.

5. Pentingnya dakwah, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

6. Dakwah itu berat sehingga perlu kesabaran.

7. Pentingnya beramal jama’i karena pada Surat Al Ashr ini, orang yang selamat dalam kerugian disebutkan dalam bentuk jamak dan saling menasehati.

Demikian Lafadz Surat Al Ashr Ayat 1-3 Tulisan Arab , Latin dan Artinya . Semoga bermanfaat dan menjadikan kita selamat dari kerugian akhirat. Wallahu a’lam bish shawab.