Kisah Nabi Musa AS

Inilah Kisah Nabi Musa AS Singkat dan Tenggelamnya Pasukan Fir’aun | Assalamualaikum wr.wb, para sahabat ? Kali ini Satudoa.com kembali memberikan cerita atau kisah dari Nabi yang membebaskan para kaum Bani Israel dari perbudakan Mesir yaitu Musa AS .

Sebenarnya banyak sekali kisah dari  Nabi Allah ini, namun yang cukup banyak menarik perhatian yakni pada saat melawan Fir’aun dan membelah laut merah dengan tongkat-Nya. Nah berikut ini Satudoa akan mengulasnya secara singkat Kisah perjalanan Nabi Musa dan kaum Bani Israel dalam melarikan diri dari kejaran Fir’aun.

Kisah Nabi Musa

Nabi Musa AS

Musa atau Nabi Musa AS adalah tokoh dalam Al-Qur’an, Alkitab, dan Tanakh. Beliau merupakan sosok yang sangat dihormati dan dikenal dalam agama-agama Abrahamik. Bersama Harun, Musa dikenal sebagai seorang pemimpin dan nabi yang membebaskan Bani Israel dari perbudakan di Mesir. Taurat yang dialamatkan padanya menjadi landasan hukum utama bagi para nabi Bani Israel dan kehidupan beragama bangsa Yahudi.

Keluarga dan Asal-Usul

Musa adalah seorang Bani Israel, yakni mereka yang merupakan keturunan Ya’qub atau Yakub “Israel”. Disebutkan bahwa Ya’qub awalnya tinggal di Palestina (tanah Kanaan). Putra kesebelas Ya’qub, Yusuf, yang telah menjadi orang kepercayaan raja kemudian mengundang Ya’qub dan keluarganya yang ada di Palestina untuk tinggal di Mesir lantaran paceklik hebat. Mereka kemudian beranak-pinak di sana.

Alkitab menyebutkan bahwa ayah Musa bernama Amram (Imran dalam sumber Islam), salah seorang keturunan Lewi, putra ketiga Yakub. Ibu Musa adalah Yokhebed, keturunan Lewi yang juga merupakan saudari dari ayah Amram.

Kisah Nabi Musa AS Membelah Laut Merah dan Menengelamkan Pasukan Fir’aun

Singkat Cerita , Saat Musa dewasa, berusia 40 tahun menurut Alkitab, dia bertemu seorang bangsa Mesir (disebut bangsa Qibthi dalam literatur Muslim) yang menyiksa seorang Bani Israel (bangsa Ibrani). Musa kemudian membunuh orang Mesir tersebut.

Pada kesempatan berikutnya, Musa kembali melihat dua orang Bani Israel sedang berkelahi. Saat Musa berusaha memperingatkannya, salah satu orang Israel itu justru menanyakan apakah Musa hendak membunuhnya juga seperti Musa telah membunuh orang Mesir kemarin. Terkait peristiwa ini, Al-Qur’an menggambarkan bahwa Musa sangat menyesal telah membunuh orang Mesir tersebut dan merasa sangat takut setelahnya.

Alkitab menyebutkan bahwa dengan membunuh orang Mesir tersebut Musa mengira bani Israel tahu bahwa Allah akan menyelamatkan mereka melalui Musa, tetapi bani Israel tidak memahami maksud perbuatan Musa.

Setelah mengetahui perbuatan Musa, Fir’aun bermaksud membunuh Musa. Musa kemudian melarikan diri ke Madyan (Midian). Setelahnya, Allah berfirman pada Musa saat dia berada di gunung.

Al-Qur’an dan Alkitab memiliki narasi serupa terkait percakapan antara Allah dan Musa, yakni bahwa Allah memerintahkan Musa menanggalkan alas kakinya karena tempat itu adalah tempat suci, kemudian memerintahkan agar Musa menyeru kepada Fir’aun dan membiarkan Bani Israel keluar dari Mesir.

Mukjizat Dari Allah Untuk Nabi Musa

Allah memberikan Musa mukjizat, yakni tongkatnya dapat berubah menjadi ular dan tangannya dapat berubah menjadi putih. Namun Musa masih merasa takut, dan kakak Musa, Harun, juga diutus Allah untuk mendampingi Musa.

Al-Qur’an menyebutkan bahwa rombongan Bani Israel keluar pada malam hari. Fir’aun kemudian mengirim utusan ke kota-kota guna menghimpun pasukan untuk mengejar Bani Israel dan mereka berhasil menyusul saat matahari terbit.

Maka saat kedua kelompok tersebut dapat saling melihat, sebagian Bani Israel ketakutan, “Kita benar-benar akan tersusul.” Allah mewahyukan agar Musa memukulkan tongkatnya ke laut dan laut terbelah. Setiap bagian laut tersebut seperti gunung dan Bani Israel melewati jalan kering di antara laut yang terbelah tersebut.

Allah memerintahkan Musa mengambil jalan memutar dan berkemah di tepi laut agar Fir’aun menyangka rombongan Bani Israel tersesat. Saat terlihat Fir’aun dan pasukannya menyusul, Bani Israel menjadi sangat ketakutan dan menyalahkan Musa.

Namun Allah memerintahkan malaikat yang berjalan di depan Bani Israel untuk berpindah ke belakang mereka sehingga menimbulkan kegelapan di antara tentara Mesir dan orang Israel sepanjang malam dan pasukan Fir’aun tidak dapat mendekati Bani Israel malam itu.

Kemudian Musa diperintahkan untuk mengulurkan tangannya ke atas laut dan angin dari timur bertiup semalaman sehingga membelah air laut dan menciptakan jalan kering di tengahnya. Bani Israel menyeberang laut lewat jalur kering tersebut, sementara air laut membentuk tembok di kiri dan di kanan mereka.

Pasukan Fir’aun menyusul dan mengejar Bani Israel sampai ke tengah laut, namun roda kereta kuda mereka menjadi miring sehingga sulit untuk maju. Kemudian sebelum sampai di tepi,  laut tersebut menutup kembali sehingga Fir’aun dan pasukannya tenggelam.

Di saat-saat terakhir, Fir’aun berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan Yang dipercayai Bani Israel dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (sumber:wikipedia )

Akan tetapi , Allah tidak menerima pertobatan Fir’aun. Meski demikian, jasad Fir’aun terjaga untuk menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya.

Dari kisah Nabi Musa diketahui pula perbuatan sewenang-wenang dan menganiaya orang lain tidak disukai oleh Allah. Allah bakal memberikan azab bagi orang yang berbuat kerusakan.

Demikianlah Kisah Nabi Musa AS Singkat , Membelah Laut Merah Hingga Menengelamkan Pasukan Fir’aun. Semoga Kisah Nabi Musa ini bermanfaat sebagai teladan untuk kita semua , Amin ya Rabbal Alamin.