Kisah Nabi Ibrahim AS

Kisah Nabi Ibrahim AS Singkat , Mukjizat Yang Tahan Dibakar Oleh Api| Assalamualaikum wr. wb. Pada artikel kali ini Satudoa.com akan membagikan cerita atau kisah dari Nabi Ibrahim sang kekasih Allah secara singkat yang tidak mampu dibakar oleh panasnya bara api.

Semoga saja dengan adanya kisah Nabi Ibrahim ini kita dapat mengambil hikmahnya serta mampu memberikan pembelajaran untuk anak anak agar selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Berikut kisah singkat-nya :

kisah nabi ibrahim

Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim disebut juga Abraham dalam Yahudi dan Kristen, merupakan tokoh dalam Al-Qur’an, Alkitab, dan Tanakh, yang dihormati dan menjadi sosok teladan dalam agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Ketiga agama tersebut yang memiliki keterikatan dengan sosok Ibrahim kerap disebut dengan agama Abrahamik.

Islam memandang Ibrahim sebagai salah satu nabi dan rasul dan termasuk dalam kelompok ulul azmi. Bersama putranya, Ismail, Ibrahim dikenal sebagai peninggi pondasi Ka’bah yang kemudian menjadi kiblat umat Muslim seluruh dunia.

Hari raya Idul Adha juga menjadi pengingat akan peristiwa penyerahan sepenuhnya Ibrahim atas perintah Allah. Dia juga dikenal dengan gelarnya, khalilullah kesayangan Allah. Dalam Al-Qur’an juga ditegaskan bahwa Islam yang dibawa Nabi Muhammad merupakan kesinambungan dari ajaran Ibrahim.

Dalam Yahudi, Ibrahim disebut sebagai “bapak kami Abraham” sebagai penanda bahwa sosoknya berperan sebagai leluhur biologis bangsa Yahudi dan ayah dari agama Yahudi. Meski juga termasuk tokoh yang dihormati, peran dan kedudukan Ibrahim dalam Kristen tidak begitu besar bila dibandingkan dalam Islam dan Yahudi dikarenakan Kristen memiliki konsep juru selamat yang menjadi pembeda antara Kristen dan dua agama lain.

Baca Juga : Kisah Nabi Musa AS

Kisah Nabi Ibrahim AS Menghancurkan Berhala

Disebutkan bahwa kaum Ibrahim saat itu memiliki perayaan tahunan yang dilaksanakan di pinggiran kota. Azar saat itu meminta Ibrahim ikut mendatanginya, tetapi Ibrahim melihat sekali pandang ke arah bintang-bintang, kemudian mengatakan kalau sedang sakit.

Saat suasana sepi, Ibrahim kemudian pergi ke kuil pemujaan tempat berhala-berhala sesembahan kaumnya. Di sana terdapat sesajian yang disuguhkan untuk berhala-berhala tersebut.

Ibrahim kemudian mendatangi berhala-berhala tersebut dan bertanya pada mereka sebagai sindiran, “Mengapa kamu tidak makan? Mengapa kamu tidak menjawab?” Setelahnya, Ibrahim menghancurkan semua berhala-berhala yang ada di sana dengan kapak kecuali berhala yang terbesar.

Ibrahim kemudian meletakkan kapaknya di tangan berhala terbesar yang masih utuh tersebut untuk memberi kesan bahwa berhala induk tersebut cemburu dengan berhala-berhala kecil yang dianggap tidak pantas disembah bersamanya.

Saat penduduk kembali, mereka terkejut ketika melihat keadaan berhala-berhala tersebut dan bertanya-tanya mengenai jati diri pelakunya. Sebagian penduduk kemudian mengatakan bahwa Ibrahim dikenal suka mencela sesembahan mereka.

Ibrahim kemudian ditanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, Ibrahim?” Ibrahim kemudian membalas, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.

Maka tanyakanlah kepada berhala itu jika dia dapat berbicara.” Setelahnya, mereka membalas, “Sesungguhnya kaum telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”

Mendengar jawaban kaumnya, Ibrahim segera membalikkan keadaan,
Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?” Al-Anbiya’ (21): 66-67

Kaumnya marah setelah mendengar bantahan Ibrahim. Para penduduk tidak bisa menang debat dengan Ibrahim, sehingga mereka mengalihkan permasalahan dan menggunakan kekuatan untuk membungkam Ibrahim dengan cara berusaha dilemparkan ke dalam api.

Dalam Legenda Bangsa Yahudi disebutkan bahwa sebelum dilemparkan ke api, Ibrahim dipenjara selama setahun tanpa makan dan minum.

Pada masa itu, Allah kemudian mengutus malaikat untuk memberi Ibrahim makan dan minum sehingga dia tetap hidup. Kemudian diusulkan kepada Namrudz bahwa Ibrahim harus dibakar hidup-hidup di hadapan khalayak agar para penduduk dapat terus mempercayai Namrudz.

Mukjizat Nabi Ibrahim Yang Tahan Dibakar Api

Karena Geram dan kesalnya Raja Namrud, akhirnya ia memerintahkan para tentaranya untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan seberat-beratnya. Nabi Ibrahim dihukum mati dengan jalan dibakar hidup-hidup.

Setelah diputuskan bahwa Ibrahim akan dihukum bakar, para penduduk segera mengumpulkan kayu bakar dari segala penjuru selama berhari-hari, sampai seorang wanita yang sedang sakit juga bernazar akan ikut mengumpulkan kayu bakar jika sudah sembuh. Kemudian mereka menggali lubang yang sangat besar tempat kayu-kayu tersebut dinyalakan.

Api menyala sangat besar sehingga tidak ada yang bisa mendekat, sehingga Ibrahim diikat dan dibelenggu, kemudian dilemparkan ke tengah api menggunakan manjanik. Saat dilempar, Ibrahim mengucapkan “Cukuplah Allah sebagai pelindung kami.” Allah kemudian memerintahkan, “Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim!” Kobaran api tersebut hanya membakar ikatan Ibrahim, tapi tidak tubuh maupun pakaiannya.

Ada yang mengatakan bahwa Ibrahim berada dalam kobaran api selama empat puluh sampai lima puluh hari. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa ayah Ibrahim kemudian berkata, “Sebaik-baik Tuhan adalah Tuhanmu, Ibrahim.

Menyaksikan proses pembakaran itu, Raja Namrud dan para pengikutnya tertawa dengan penuh kepuasan. Mereka mengira, Nabi Ibrahim telah hancur menjadi abu bersama api itu. Namun, begitu terkejutnya mereka setelah api yang menyala dahsyat itu padam. Nabi Ibrahim tiba-tiba berjalan keluar dari puing-puing pembakaran dengan selamat tanpa luka sedikit pun. ( sumber : wikipedia )

Sejak saat itulah, pengikut Namrud berpaling dan menjadi umat Nabi Ibrahim untuk terus lurus ke jalan Allah SWT. Sungguh besar kekuasan Allah yang mampu melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

Demikianlah Kisah Nabi Ibrahim AS Singkat , Mukjizat Yang Tahan Dibakar Oleh Api . semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua agar selalu menyembah Allah SWT dan tidak akan menyekutukan sedikitpun selain kepada-Nya. Silahkan simak artikel lainnya di satudoa.com.