Doa Sholat Witir

Doa Sholat Witir | Assalamualaikum wr.wb para sahabat ? Semoga di hari yang cerah ini kalian selalu diberi keshatan dan rezeki yang tiada henti dari Allah SWT. Amin. Pada jumpa kita kali ini , admin akan mengulas dari doa sholat witir yang memiliki segudang keutamaan dan manfaatnya.

Tidak hanya doa, admin juga sudah menyiapkan secara lengkap bacaan Niat , hukum, sekaligus tata cara pelaksanaanya untuk memudahkan sahabat dalam mengamalkannya. Nah mari kita simak bersama sama ulasan mengenai Doa Sholat Witir sesuai sunnah dan tuntunan islam.

doa sholat witir

Sholat Witir

Sholat Witir (Arab: صلاة الوتر Sholat ul witr) adalah Sholat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu isya dan sebelum waktu Sholat subuh, dengan rakaat ganjil. Shalat ini dilakukan setelah Sholat lainnya, sepertti tarawih dan tahajjud, hal ini didasarkan pada sebuah hadits. Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk “mengganjili” sholat -Sholat yang genap, karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir Sholat malam.

Baca Juga : Doa Sholat Tahajud

Niat Sholat Witir

Berikut bacaan niat sholat witir yang dilakukan sendirian, tata cara mengerjakannya dan doa sholat witir yang dianjurkan untuk dibaca setelah mengerjakan ibadah ini.

1. Bacaan Niat Sholat Witir Sendiri 1 Rakaat

Niat Sholat Witir

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى

” Ushallii sunnatam minal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku niat shalat sunnat witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Bacaan Niat Sholat Witir Sendiri 2 Rakaat

Niat Sholat Witir

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

3. Bacaan Niat Sholat Witir Sendiri 3 Rakaat Sekaligus

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

4. Bacaan Niat Shalat Witir Berjamaah 1 Rakaat

Niat Sholat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatal Witri Rak’atan (Imaaman/Makmuuman) Lillaahi Ta’alaa.”

Artinya : “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’alaa”

5. Bacaan Niat Shalat Witir Berjamaah 2 Rakaat

Niat Sholat

أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

“Ushallii Sunnatal Witri Rak’ataini (Imaaman/Makmuuman) Lillaahi Ta’alaa.”

Artinya : “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’alaa”

Hukum Sholat Witir

Sholat sunah witir adalah sunah muakad. Dasarnya adalah hadis

Abu Ayyub Al-Anshaari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Witir adalah hak atas setiap muslim. Barangsiapa yang suka berwitir tiga rakaat hendaknya ia melakukannya, dan barangsiapa yang berwitir satu rakaat, hendaknya ia melakukannya”
Dari Ubay Bin Ka’ab, ia berkata: ” Sesungguhnya Nabi biasa membaca dalam Sholat witir: Sabbihis marobbikal a’la (di raka’at pertama -red), kemudian di raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan pada raka’at ketiga: Qul huwallaahu ahad, dan dia tidak salam kecuali di raka’at yang akhir.” (Hadits riwayat Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)

Penjelasan: Perkataan Ubay Bin Ka’ab, “dan dia tidak salam kecuali di raka’at yang akhir”, jelas ini menunjukkan bahwa tiga raka’at Sholat witir yang dikerjakan nabi itu dengan satu kali salam.

Aisyah radhiallahu ‘anha menerangkan tentang salatnya Rasul di bulan Ramadhan, ” Rasul tidak pernah Sholat malam lebih dari 11 raka’at, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan, yaitu dia Sholat 4 raka’at, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama salatnya, Kemudian dia Sholat 4 raka’at lagi, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama salatnya, kemudian dia Sholat witir 3 raka’at.” (Hadits riwayat Bukhori 2/47, Muslim 2/166).

Baca Juga : Doa Selamat

Doa Sholat Witir

Setelah selesai mengerjakan sholat witir, dianjurkan untuk membaca doa sholat witir.

Salah satu doa sholat Witir yang dianjurkan adalah dengan membaca doa tasbih sebanyak tiga kali:

1. Bacaan Doa Tasbih

bacaan Tasbih

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus” (3x)

Artinya: “Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan” (HR. Abu Daud).

2. Bacaan Doa Setelah Sholat Witir Pendek

Doa Sholat Witir

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Allahumma inni a’udzu biridhaoka min sakhotika wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan ridha-Mu dari murka-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-Mu dari hukuman siksa-Mu. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu.” (HR.Abu Dawut, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Thabrani).

3. Bacaan Doa Setelah Sholat Witir Panjang

” Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman, wa nas’aluka qalban khaasyi’an wa nas’aluka ‘ilman naafi’an, wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan, wa nas’aluka ‘amalan shaalihan, wa nas’aluka dinan qayyiman, wa nas’aluka khairan katsiiran, wa nas’alukal-‘afwa wal-‘aafiyah, wa nas’aluka tamaamal-‘aafiyah, wa nas’alukasy-syukra ‘alal-‘aafiyati wa nas’alukal-ghinaa’a ‘anin-naas. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa tadharru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah ya Allaah ya Allaah ya arhamar-raahimiin, wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadin wa a’alaa aalihi wa shahbihii ajma’iina walhamdulillahi rabbil-‘aalamiin.”

Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam dalam agama Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan.

Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah Sholat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyuk kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama Sholat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Waktu Pelaksanaan

Para ulama berbeda pendapat mengenai seseorang yang berwitir pada awal malam lalu tidur dan bangun di akhir malam dan melakukan Sholat . Sebagian ulama berpendapat bahwa batal witir yang telah dilakukannya pada awal malam dan di akhir malam ia menambahkan satu rakaat pada Sholat witirnya, karena ada hadist yang mengatakan “tidak ada witir dua kali dalam semalam”.

Witir artinya ganjil, kalau ganjil dilakukan dua kali menjadi genap dan tidak witir lagi, maka ditambah satu rakaat agar tetap witir. Pendapat in diikuti imam Ishaq dll. Redaksi hadist tersebut sbb:

Dari Qais bin Thalk berkata suatu hari aku kedatangan ayahnya Thalq bin Ali di hari Ramadhan, lalu dia bersama kita hingga malam dan Sholat (tarawih) bersama kita dan berwitir juga.

Lalu dia pulang ke kampungnya dan mengimam Sholat lagi dengan penduduk kampung hingga sampailah Sholat witir, lalu dia meminta seseorang untuk mengimami Sholat witir “berwitirlah bersama makmum” aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda “Tidak ada witir dua kali dalam semalam” H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ahmad dll.

Pendapat kedua mengatakan tidak perlu witir lagi karena sudah witir di awal malam. Ia cukup Sholat malam tanpa witir. Alasannya banyak sekali riwayat dari Rasulullah s.a.w. mengatakan bahwa dia melakukan Sholat sunnah setelah witir. Pendapat ini diikuti Malik, Syafii, Ahmad, Sufyan al-Tsuari dan Hanafi.

Baca Juga : Niat Sholat Hajat

Keutamaan Sholat Witir

Witir memiliki banyak sekali keutamaan, berdasarkan hadits Kharijah bin Hudzafah Al-Adwi. Ia menceritakan Rasulullah pernah keluar menemui kami. Dia bersabda

” Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menambahkan kalian dengan satu salat, yang Sholat itu lebih baik untuk dirimu daripada unta yang merah, yakni Sholat witir. Waktu pelaksanaannya Allah berikan kepadamu dari sehabis Isya hingga terbit Fajar”

Di antara dalil yang menujukkan keutamaan dan sekaligus di sunnahkannya Sholat witir adalah hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bahwa menceritakan: ”Rasulullah pernah berwitir, kemudian bersabda: “Wahai ahli Qur’an lakukanlah Sholat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil”

Demikianlah ulasan mengenai Niat , hukum ,Doa Sholat Witir dan Tata Cara Pelaksanaannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat Satudoa.com. Wassalam…