Lafadz Niat Puasa Ramadhan Yang Benar : Bacaan Arab,Latin dan Artinya

Doa Niat Puasa Ramadhan | Bagi seluruh umat muslim di dunia, Puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang harus di lakukan atau dilaksanakan baik itu laki-laki , perempuan , orang tua bahkan anak-anak yang sudah balig.  Bagi kalian yang baru mulai melaksanakan puasa ramadan sering lupa untuk membaca doa niat puasa-nya dan hal ini tentunya sangat wajar. Untuk itu sebaiknya selalu membaca doanya agar hafal dan tidak mudah lupa.

Nah bagi kalian yang lupa atau belum hafal bacaannya, berikut ini saya akan membagikan teks atau lafadz doa niat puasa ramadhan yang benar sesuai ajaran Islam lengkap dengan bacaan arab, latin beserta artinya.

niat puasa ramadhan

Doa Niat Puasa Ramadhan

Berikut ini adalah bacaan atau lafadz dari niat Puasa Ramadhan benar :

niat puasa ramadhan

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Latin Doa Niat Puasa Ramadhan

“Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala.”

Artinya : “Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Untuk membaca doa niat puasa Ramadhan, sebaiknya kalian lakukan setelah selesai sholat tarawih atau akan makan sahur hingga batas waktu imsyak tiba.

Baca Juga : Niat Puasa Syawal

Niat Mengganti Puasa Ramadhan ( Puasa Qadha )

Seorang muslim yang tidak dapat mengerjakan puasa Ramadan dengan penuh karena beberapa halangan, tetap wajib mengganti (mengqadha) puasa yang ditinggalkan itu pada hari lain di luar Ramadan. Niat puasa qadha (ganti) dapat dilafalkan dengan bahasa Arab.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Lafadz Latin

” Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya, “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Rukun Islam

Bagi kalian yang sudah balig segeralah melaksanakan puasa ramadhan. Karena puasa di bulan ramadhan merupakan salah satu rukun islam yang ke-empat yang wajib atau harus di lakukan oleh setiap muslim.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Niat adalah satu hal yang sangat mendasar di setiap ibadah. Termasuk dalam puasa. Semua ulama sepaham, tanpa adanya niat puasa Ramadhan, maka puasa Ramadhan menjadi tidak sah.

Dari Imam An Nawawi menuturkan, secara bahasa, niat (النية) dalam bahasa Arab berarti mengingini sesuatu atau bertekad untuk mendapatkannya. Sedangkan berdasar penjelasan dari Imam Al Baidhawi , bahwa niat adalah dorongan dari hati untuk menjalankan sesuatu sesuai dengan tujuan.

Didalam Fiqih Islam wa Adillatuhu , Prof Dr Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwasannya berdasar istilah syara’, niat adalah tekad dari hati untuk melaksanakan amalan fardhu atau yang lainnya.

Lebih jauh beliau menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup. Melafadzkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafadzkan niat. Akan tetapi berdasar jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan menurut madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafadzkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Baca Juga : Puasa Arafah

Kapan Niat Puasa Ramadhan

Menurut salah satu Prof Dr Wahbah Az Zuhaili niat puasa bermakna keinginan secara umum (al iradah al kulliyah). Sehingga niat dari malam hari tetap dianggap sah dan niat tidak haruskan berbarengan dengan terbitnya fajar. Bahkan menurut madzhab Syafi’i, niat puasa Ramadan berbarengan dengan terbitnya fajar tidak sah.

Karena sulitnya menepatkan niat puasa menjelang terbitnya fajar, maka niat puasa Ramadhan boleh dilakukan pada malam hari, boleh pula pada waktu sahur. Yang tidak boleh jika niat dilakukan setelah terbitnya fajar. Lain dengan puasa sunnah yang niatnya boleh dilakukan diwaktu pagi.

Seperti yang sudah di jelaskan oleh Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab menuturkan, berdasar madzhab Syafi’i, Hanbali dan Hanafi, niat puasa Ramadhan harus diperbarui setiap hari puasa, di malam hari sebelum tiba waktu fajar. Sedangkan berdasr madzhab Maliki, niat puasa Ramadan cukup dilaksanakan satu kali di awal asalkan tidak terpotong sakit atau safar yang menyebabkan tidak puasa.

Berdasarkan madzhab Syafi’i, niat puasa Ramadan tidak dapat diwakili dengan makan sesuatu diwaktu sahur. Terkecuali kalau saat makan sahur tersirat dalam fikiran bahwa esok akan berpuasa. Sedangkan berdasarkan madzhab Hanafi, niat puasa Ramadhan dapat diwakili dengan makan sahur. Terkecuali kalau saat makan itu berniat bukan untuk berpuasa.

Malam Penuh Kemuliaan

Dibulan ramadhan ini terdapat satu malam yang penuh kemulian yaitu malam Lailatul Qadar. Malam yang penuh maghfiroh dimana dibukanya pintu surga yang seluas-luasnya dan penuh ampunan dari Allah SWT atas segala perbuatan dosa yang pernah kita lakukan dimasa lalu, Amin. Sambut ramadhan ini dengan rasa bahagia karena mungkin di tahun depan kita belum tentu di beri kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah.

Marilah kita senantiasa puasa di bulan ramadhan dan selalu perbanyak amal ibadah. Karena di bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan ampunan bagi setiap umat muslim.

Itulah Doa Niat Puasa Ramadhan yang benar sesuai tuntunan islam , semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua agar selalu senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT . Amin ya Rabbal Alamin.