Doa Memakai dan Melepas Pakaian

Doa Memakai dan Melepas Pakaian | Pakaian adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus di miliki oleh setiap orang . Dengan berpakaian tubuh kita tidak akan merasa kedinginan, kepanasan dan sekaligus menutup aurat kita.

Dalam ajaran agama Islam sendiri, pakaian harus menutupi seluruh aurat tubuh kita agar tidak bisa di lihat oleh orang yang bukan menjadi Mahram kita agar terhindar dari fitnah. Namun tahukah kalian, bahwasannnya kita di sunnahkan untuk membaca doa ketika memakai pakaian baik itu pakaian baru atau pakaian yang biasa di gunakan sehari hari .

doa memakai pakaian

Baca Juga : Doa Masuk dan Keluar Rumah

Doa Memakai Pakaian

Bagi kalian yang belum tahu atau lupa doa memakai pakaian dan melepas pakaian, berikut ini satudoa akan membagikan doanya lengkap dengan bacaan arab, latin dan artinya.

Berikut ini adalah doa memakai pakaian sesuai Sunnah :

Doa Memakai Pakaian

بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ

Bacaan Latin :

“Bismillaahi, Allaahumma Innii As-aluka Min Khairihi Wa Khairi Maa Huwa Lahuu Wa’a’uu Dzubika Min Syarrihi Wa Syarri Maa Huwa Lahuu.”

Artinya : “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau yang telah memakaikan pakaian itu kepadaku, aku meminta kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya (pakaian) dan kebaikan apa saja yang ia dibuat untuknya. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa saja yang ia dibuat untuknya.“ (HR.Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim).

Makna Doa Memakai Pakaian

Berikut makna doa memakai pakaian sesuai sunnah Rasulullah.

1. Rasa Syukur Kepada Allah

Dalam doa memakai pakaian tersebut, kita diajarkan untuk bersyukur ke hadirat Allah. Sebab, Allah yang telah menciptakan pakaian, memberi pakaian, dan menciptakan kesadaran untuk berpakaian.

Setelah kita memuji-Nya atas nikmat tersebut, selanjutnya kita meminta kebaikan kepada Allah.

Maka dari itu, kita berdoa :

اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ

“As-aluka Min Khairihi Wa Khairi Maa Huwa Lahuu”

Artinya : “Aku meminta kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang dibuat untuknya”.

Melalui doa memakai pakaian tersebut, kita disadarkan oleh kenyataan bahwa pakaian adalah kenikmatan yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Pakaian adalah sesuatu yang bisa membawa kebaikan, dan bisa pula membawa keburukan. Pakaian adalah sesuatu yang bisa menghasilkan ganjaran pahala, dan bisa pula mengakibatkan hukuman dosa.

2. Meminta Perlindungan Dari Keburukan Berpakaian

Maka, selain meminta kebaikan, dalam doa berpakian ini kita juga berlindung dari keburukan yang ditimbulkan oleh pakaian.

Sebagaimana kita baca dalam doa tersebut :

وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ

“Wa’a’uu Dzubika Min Syarrihi Wa Syarri Maa Huwa Lahuu”

Artinya : “Dan, aku berlindung dengan-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang dibuat untuknya”.

Apakah kebaikan dari pakaian?

Kebaikan pakaian adalah kebersihan, kesucian, dan keawetannya ketika dipakai.

Jika seseorang memiliki pakaian, dan pakaian itu bisa selalu bersih, suci, dan awet dipakaianya, maka berarti ia telah diberi kebaikan pakaian itu.

Sebaliknya, jika pakaian itu terlihat kotor, sering terkena najis dan cepet rusak, berarti orang yang memilikinya telah kehilangan kebaikannya.

Apa kebaikan yang dibuat untuk pakaian?

Yaitu kebaikan yang memang pakaian itu diciptakan untuknya.

Lalu, untuk tujuan apakah pakaian itu diciptakan?

yaitu sebagai penutup aurat, perhiasan, dan takwa.

Baca Juga : Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Doa Memakai Pakaian Baru

Berikut ini adalah doa memakai pakaian baru sesuai sunnah:

Pakaian Baru

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّىْ وَلاَقُوَّةٍ

Bacaan Latin :

“Alhamdu Lillaahil Ladzii Kasaanii Haadzaa Wa Rozaqoniihi Min Ghoiri Hawlim Minni Wa Laa Quwwatin.”

Artinya :  “Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.” (HR. seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali Nasa’i).

Doa Melepas Pakaian

Berikut ini adalah doa melepas pakaian sesuai sunnah :

Doa Melepas Pakaian

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

Bacaan Latin :

“Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa”

Artinya : “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya”

Fungsi Pakaian

Seperti yang dijelaskan dalam Al Quran surah Al A’raaf ayat 26 bahwa terdapat tiga fungsi pakaian, yaitu sebagai penutup aurat, perhiasan, dan takwa.

یٰبَنِیۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَیۡکُمۡ لِبَاسًا یُّوَارِیۡ سَوۡاٰتِکُمۡ وَ رِیۡشًا ؕ وَ لِبَاسُ التَّقۡوٰی ۙ ذٰلِکَ خَیۡرٌ ؕ ذٰلِکَ مِنۡ اٰیٰتِ اللّٰہِ لَعَلَّہُمۡ یَذَّکَّرُوۡنَ

Artinya : “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu pakaian yang menutup auratmu dan juga (pakaian) bulu (untuk menjadi perhiasan), dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raaf ayat 26).

Simak penjelasan masing-masing fungsi pakaian dibawah ini :

1. Sebagai Penutup Aurat

Sebagai penutup aurat, pakaian berfungsi untuk menutupi aurat kita.

Apakah aurat itu?

Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan dalam pandangan agama. Dikatakan aurat karena dalam Bahasa, aurat bisa diartikan aib, cacat, dan cela.

Maksud dari cacat di sini bukan berarti makna hakiki wujudnya, karena pada dasarnya tidak secuil pun bagian tubuh manusia yang buruk, semua baik dan bermanfaat termasuk anggota aurat.

Namun, dianggap cela atau buruk oleh agama karena faktor lain, yaitu adanya keterbukaan yang menjurus pada perilaku yang tercela atau sesuatu yang diharamkan.

Selama aurat itu tertutup maka baik, dan jika terbuka maka menjadi buruk. Sekali lagi, bukan masalah buruknya wujud bagian tubuh yang dianggap aurat, tetapi buruknya ketika diperlihatkan.

Aurat bagi perempuan terbagi menjadi beberapa kondisi, yaitu saat sholat dan saat di luar sholat.

Saat sedang sholat wanita wajib “menutup seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan”.

Dan ketika di luar sholat seperti saat bergaul bersama para wanita lain maka wajib “menutup antara pusar dan lutut” dan saat bersama suaminya diperbolehkan terbuka.

Adapun aurat untuk laki-laki adalah menutup anggota tubuh antara pusar dan lutut baik di dalam sholat atau di luar sholat serta boleh terbuka saat bersama istri.

2. Sebagai Perhiasan

Fungsi pakaian sebagai perhiasan, artinya pakaian itu berfungsi untuk menampakkan keindahan. Islam itu indah, maka Islam menyukai keindahan.

Sungguh, keindahan itu menyejukkan mata, meringankan hati, mencerahkan pikiran, dan menyemangati diri.

Allah menyanggah orang-orang yang mengharamkan memakai perhiasan sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al A’raaf ayat 32 :

قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِیۡنَۃَ اللّٰہِ الَّتِیۡۤ اَخۡرَجَ لِعِبَادِہٖ وَ الطَّیِّبٰتِ مِنَ الرِّزۡقِ ؕ قُلۡ ہِیَ لِلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا خَالِصَۃً یَّوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ ؕ کَذٰلِکَ نُفَصِّلُ الۡاٰیٰتِ لِقَوۡمٍ یَّعۡلَمُوۡنَ

Artinya : “Katakanlah, ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?’ Katakanlah, ‘semusnys itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.’ Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al A’raaf ayat 32).

Baca Juga : Doa Selamat Dunia Akhirat

3. Sebagai Bentuk Taqwa

Kemudian fungsi taqwa, pakaian dapat menjaga dan menghindarkan seseorang terjerumus ke dalam bencana dan kesulitan, baik bencana duniawi maupun ukhrawi.

Dalam makna ini, pakaian adalah pelindung perilaku yang memberi pengaruh positif terhadap pemakainya.

Semisal jika seseorang berpakaian santri (memakai peci bagi laki-laki dan berjilbab bagi perempuan), maka akan dapat mencegah penggunanya untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan sopan-santun santri.

Selain itu, perlindungan perilaku juga bisa dimakna bagi orang yang melihatnya.

Dengan melihat perempuan yang tertutup auratnya, maka dapat mencegah perbuatan yang tidak baik.

Itulah mengapa agama memerintahkan wanita-wanita menggunakan jilbab agar tidak diganggu dan menimbulkan fitnah.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al Ahzab ayat 59 :

ذٰلِکَ اَدۡنٰۤی اَنۡ یُّعۡرَفۡنَ فَلَا یُؤۡذَیۡنَ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ غَفُوۡرًا رَّحِیۡمًا

Artinya : “Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal sebagai Muslimah atau wanita terhormat , sehingga mereka tidak diganggu” (Qs. Al Ahzab ayat 59).

Setelah meminta kebaikan dari pakaian yang tidak dikenakan, kita lalu memohon perlindungan kepada Allah agar dijaga dari keburukan pakaian dan keburukan yang dibuat atau ditimbulkan oleh pakaian.

Keburukan pakaian berarti pakaian itu tidak bersih atau kotor, cepat rusak, dan tidak nyaman dipakai.

Sedangkan keburukan yang ditimbulkan oleh pakaian berarti pakaian itu bisa mengundang dosa bagi si pemakai atau kejahatan bagi orang yang melihatnya.

Maksud dari dosa adalah pakaian itu memunculkan akhlak yang buruk dan perilaku yang tercela bagi pemakaianya.

Sungguh, tidak sedikit orang yang telah mampu menutupi aurat mereka, namun mereka tidak sanggup menjaga diri dari sikap dan perilaku buruk seperti sombong, pamer, sum’ah, dan lainnya.

Bisa jadi seseorang telah memakai pakaian yang tertutup rapat, mengenakan jubah, dan bahkan mengalungkan surban di lehernya, tapi jika ia ingin pamer dan sombong, maka keburukanlah yang akan ia dapatkan.

Rasulullah bersabda :

“Dan macam penghuni neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya. Orang-orang yang membawa cemeti serupa sapi yang dengan itu, mereka memukuli manusia. Dan, para wanita yang berpakaian, namun seolah tidak berpakaian.

Mereka berjalan sambal bergoyang dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka ibarat punuk unta yang miring.

Para wanita ini tidak akan masuk surge dan tidak akan menghirup aromanya. Padahal, sesungguhnya aromanya tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Kejahatan bagi orang yang melihatnya, maksudnya pakaian itu menimbulkan fitnah dan keinginan dari orang lain untuk berbuat tidak senonoh kepada si pemakainya.

Pakaian adalah sumber kesan dan keinginan. Jika seseorang memakai pakaian yang vulgar dan tidak santun, maka akan menimbulkan kesan negatif yang dapat mengundang timbulnya keinginan jahat dari orang yang melihatnya.

Kesimpulannya, dengan membaca doa ini dan disertai penghayatan akan maknanya, kita akan mendapatkan kekuatan motivasi untuk menggunakan pakaian itu sebaik-baiknya.

Yaitu, kita gunakan untuk jalan ketaatan kepada Allah. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar kebaikan, baik lahir dan batin.

Lahir kita tertutupi oleh hiasan penutup aurat yang baik, dan batin kita terlindungi oleh pakaian takwa yang menjaga dari perilaku buruk dan dosa.

Demikianlah Doa Memakai dan Melepas Pakaian , semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Selalu berpakaian yang rapi dan menutup aurat bagian tubuh kita agar terhindar dari fitnah . Dan jangan lupa untuk selalu membaca doa memakai pakaian dan melepas pakaian agar terhindar dari godaan setan yang selalu mengintai umat manusia.