Doa Bercermin

Doa Bercermin | Bercermin adalah salah satu kegiatan rutin bagi setiap orang ketika merias wajah atau hanya sekedar merapikan penampilan.

Untuk wanita yang menginginkan wajah cantik , bercahaya dan memiliki aura yang kuat dalam diri, maka lakukanlah doa ketika bercermin sesuai yang di ajarkan dalam islam. Ketika wajah bercahaya dan bersinar, bukan tidak mungkin kita akan di sukai oleh banyak orang.

doa bercermin

Bentuk Syukur

Selain bertujuan untuk mempercantik atau mempertampan seseorang, seharusnya bercermin menjadi salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT yang telah di berikan kepada kita . Karena Allah Swt, telah menganugerahkan kita bentuk tubuh dan rupa yang sempurna dibandingkan makhluk yang lainya. yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat At-Tin ayat 4 yang berbunyi:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: “Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” ( QS At-Tin : 4 )

Terkhusus untuk wanita, tentunya menginginkan agar wajah bercahaya, agar cantik dan terlihat lebih baik. Anda dapat mengamalkan doa bercermin agar apa yang anda idam – idamkan saat ini berhasil terwujud.

Baca Juga : Doa Memakai dan Melepas Pakaian

Doa Bercermin Sesuai Sunnah

Berikut bacaan doa bercermin lengkap arab, latin dan artinya.

Lafadz Doa Bercermin

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Lafadz Latin

“Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii”.

Artinya : “Ya allah, sebagaiman Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah pula akhlakku”, (HR.Bazzar).

Adab Bercermin Yang baik

  • Bacalah doa saat bercermin diatas dengan ikhlas.
  • Tatap wajah anda di cermin dengan penuh rasa syukur.
  • Jangan membanggakan diri anda sendiri.
  • Tidak boleh menghinakan diri anda sendiri.
  • Jangan berbicara atau tertawa sendiri di depan cermin.

Baca Juga : Doa Masuk dan Keluar Rumah

Makna Doa Bercermin

Dari doa bercermin di atas , ada beberapa makna doa bercermin yang terkandung di dalam bacaannya.

1. Pada Bacaan “Allahumma kamaa memiliki anta khalqi …”

Pada Bacaan “Allahumma kamaa memiliki anta khalqi …” (اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ) yang berbunyi “Ya Allah, Engkau dapat membaguskan denganku” .

Jika kita cermati, penggalan kalimat ini adalah yang dimaksud yang menyimpan makna syukur dan menuntut adanya rasa syukur.

Ini bisa dilihat dari kalimat, “diterjemahkan Engkau telah membaguskan Ciptaanku.” Pada saat Anda mengungkapkan kalimat tersebut, berarti Anda orang yang yakin dan dituntut untuk memastikan bahwa Anda yang terlihat dalam cermin adalah wajah yang cantik, cantik dan rupawan.

Keyakinan yang seperti ini, selanjutnya akan menuntut Anda untuk mensyukuri bentuk fisik yang Anda miliki. Jika Anda melihat bentuk fisik yang ada di bawah Anda, dan mencari-cari sisi baiknya serta kelebihan dari bentuk fisik yang Anda miliki.

Dengan keyakinan yang demikian, Anda akan diajak dan dibimbing untuk menjadi orang yang selalu percaya diri, tidak dapat menyetujui atau pesimis dengan penampilan yang dimiliki.

Anda akan puas dan mensyukuri apa yang dianugerahkan Allah kepada Anda. Karena sesungguhnya, Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang baik dan layak.

Allah berfirman dalam Al Quran surah At Taghaabun ayat 3:

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak, Dia menciptakan rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya untuk Allah Swt. Kembali (mu). ” (QS. At-Taghaabun ayat 3).

Ketahuilah artinya setiap individu pada dasarnya dalam kondisi unik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang khas dengan miliknya.

Ada yang diciptakan kulitnya hitam, putih, merah, abu-abu, oranye, dan albino.  Bentuk rambutnya lurus, keriting besar, keriting kecil, kribo, tekstur kasar, halus. Ada yang bibirnya tebal, tebal, lebar, dan ada pula yang ciut.

Juga ada yang hidungnya mancung dan ada pula yang pesek. Ada yang melihat besar dan ada juga yang sipit. Ada yang berbentuk bulat, elips, lonjong, dan lain sebagainya.

Dengan diciptakan unik dan berbeda satu dengan lainnya, sebaliknya setiap orang dapat menemukan kelebihan pada dirinya. Justru di situlah akan terlihat nilai kecantikannya.

Untuk tampil cantik, Anda tidak harus memilih bentuk atau kebiasaan orang lain.

Apa salahnya berkulit hitam atau sawo matang?

Daripada Anda fokus pada kekurangan dan mencari-cari bagian tubuh yang dirasa kurang sempurna. Lebih baik Anda menemukan bagian-bagian dari wajah atau fisik Anda yang menjadi ciri khas atau mengubah karakter diri Anda.

2. Pada bacaan “… Fa’ahsin khuluqii …”

Selanjutnya, dalam doa ini, kami meminta kepada Allah dengan membaca, “… Fa’ahsin khuluqii …” (فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ). Artinya “Maka, baguskanlah pula akhlakku” .

Doa kalimat ini masih terkait dengan kalimat yang pertama tadi. Bedanya, jika yang pertama menunjukkan pada penampilan fisik, maka yang kedua menunjukkan pada penampilan yang bukan fisik. Jika yang pertama mengarah pada wajah yang lahir, maka yang mengarah kedua pada wajah batin.

Dengan kalimat tersebut, kita berusaha menarik perhatian pada penampilan batin manusia, yaitu akhlak dan kepribadian kita.

Ingatlah, indah itu bukan berarti harus cantik dan glamor dengan aksesori. Jika hakikat keindahan itu adalah sesuatu yang harus dilihat, dia tidak akan melukai mata dan tidak meminta lisan untuk berkomentar yang bukan-bukan.

Hakikat kecantikan adalah sesuatu yang keluar dari dalam diri kita, yaitu membentuk kepribadian dan akhlak yang mulia dan terpuji.

Sadarilah, kecantikan fisik itu bukan segala-galanya dan sifatnya sangat kreatif. Kebaikan, kejujuran, ketulusan, kerendahan hati, kesopanan, dan kepekaan diri, pahami hal-hal yang akan memberi nilai lebih bagi diri Anda di mata orang lain.

Itulah hal-hal yang sifatnya lebih universal. Sungguh, tidak sedikit orang yang terlihat mudah dilihat. Namun aura kecantikannya pudar dan ia berubah menjadi wanita yang dihina-hina, kemuliaannya tercoreng karena akhlak dan perilakunya yang keji dan rendah.

Kecantikan fisik itu sifatnya sementara karena pasti akan semakin bertambah seiring bertambahnya usia. Tapi, kecantikan hati dan akhlak, yang akan dibahas dan terus dikenang oleh orang-orang yang kita kenal.

Dengan kalimat tersebut, kita juga dihadapkan pada hakikat wujud kita yang sebenarnya, yaitu wujud asli yang kelak akan tampak setelah jasad fisik kita rusak binasa dimakan tanah.

Seperti apa wajah asli diri kita yang sebenarnya?

Memang, saat ini kita masih belum bisa melihat kasat mata. Tapi nanti, saat kita menghembuskan nafas terakhir, disitulah mata batin kita akan terbelalak sambil memandang diri kita yang sebenarnya.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Qaaf ayat 22:

فَکَشَفۡنَا عَنۡکَ غِطَآءَکَ فَبَصَرُکَ الۡیَوۡمَ حَدِیۡدٌ

Berarti: “… .Maka, Kami singkapkan tirai yang ditutup matamu dan tiba-tiba matamu hari ini menjadi sangat tajam.” (QS. Qaaf ayat 22)

Rasulullah bersabda:

“Umatku akan dibangkitkan menjadi sepuluh golongan. Tuhan memilih mereka dari kaum muslimin dan mengubah bentuk mereka. Sebagian besar monyet, sebagian lagi berbentuk babi, sebagian lagi berjalan terbalik dengan kaki atas dan muka adibawah yang lalu diseret-seret, sebagian lagi sangat besar merayap-rayap, sebagian lagi tuli bisu tidak bisa, sebagian lagi menjulur lagi memiliki kaki dan tangan yang terpotong, sebagian lagi disalibkan pada tonggak-tonggak api, sebagian lagi punya bau yang lebih menyengat dari bangkai, sebagian lagi memakai dasi ketat yang mengoyak-ngoyak kulitnya. ”

Saat di depan cermin, barangkali kita melihat diri kita sendiri adalah sosok manusia yang cantik dan rupawan. Kita pun bangga dengan hal ini. Namun, mampukah kita mempertahankan kesejahteraan kita.

Wujud kita yang ahsanit taqwiim?

Agar kita tidak terjatuh menjadi “binatang” berbungkus manusia?

Inilah pesan penting yang perlu diperhatikan.

3. Pada Bacaan ”… .Waharrim wajhii ‘alan naari…”

”… .Waharrim wajhii ‘alan naari ….” (وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ) yang artinya “haramkanlah wajahku atas bencana”.

Dan akhirnya dalam doa ini kita meminta agar Allah mengharamkan wajah kita atas bencana. Kita tahu bahwa wajah adalah pusat tubuh manusia.

Ketika kita mengatakan wajah, maka yang disetujui bukan hanya wajah saja, tetapi mencakup seluruh bagian tubuh. Maka, kita bisa menyelamatkan wajah kita terpelihara, maka seluruh tubuh kita juga terpelihara.

Jika dihadiri, jika wajah kita ternoda, maka selurh tubuh juga akan ikut ternoda. Sungguh, sungguh banyak bahaya itu terjadi berawal dari wajah, karena wajah adalah sumber pertama kali fitnah.

Pesan yang diambil kalimat terakhir ini adalah kita berjuang sekuat tenaga untuk wajah kita. Hal ini agar tidak menjadi sumber fitnah, pemicu kejahatan, dan timbullah setiap dosa dan kemaksiatan.

Dengan kalimat ini, kita berharap dan berjanji pada diri sendiri untuk meminta tubuh kita dari panasnya siksa api neraka .

Baca Juga : Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Keutamaan Membacanya

Berikut ulasan perihal keutamaan membaca doa bercermin, yakni :

  • Dapat menambah rasa syukur terhadap apa yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT.
  • Menurunkan rasa ego dan kesombongan karena dapat menyadarkan orang bahwa segalanya berasal dari Allah SWT.
  • Meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT karena selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap aktivitas.
  • Dapat menambah kecantikan dan ketampanan karena rasa syukur yang banyak
  • Meningkatkan kesadaran agar selalu menjaga dan merawat apa yang telah diberikan Allah SWT.
  • Bercermin sebagai salah satu kegiatan yang bisa di gunakan untuk introspeksi diri.

Bagi mereka yang tidak mampu bersyukur dan memahami kebesaran Allah dari apa yang mereka lihat di cermin, maka mereka akan menjadi seseorang yang sombong dan kufur terhadap nikmat Allah.

Namun bila mereka mampu bersyukur, maka mereka akan menjadi seseorang yang beruntung. Semoga dengan berdoa ketika bercermin membuat penampilan kita semakin baik dan selalu dalam lindungan-Nya.

Demikianlah rangkuman Doa Bercermin yang dapat satudoa.com sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk para sahabat dalam mensyukuri atas niKmat Allah SWT yang telah memberikan kehidupan dalam bentuk fisik yang sempurna di banding mahluk lainnya.